Novel Online · romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 4

BiyCover2

Because it’s You

 

 

“Lepaskan semuanya.. batalkan semuanya..” Teriak Renno kepada Dokter Nadia yang akan melakukan Operasi tersebut.

Rennopun Akhirnya berlari menghampiri Allea. Tanpa disangka-sangka Renno langsung memeluk Allea dengan sangat erat.. “Maafkan aku… Maafkan aku….” kata Renno kemudian sambil meneteskan Airmata. Allea yang masih setengah sadar sedikit mendengarnya, dia pun sedikit menyunggingkan senyumannya.

*** 

 

Chapter  4 

Allea terbangun dan mendapati seseorang sedang memandanginya. Seorang wanita yang amat sangat Cantik.

“Hai.. gimana keadaanmu..?” Sapa wanita itu dengan lembut.

“Anda.. anda siapa..?” Tanya Allea kebingungan. Dia mengedarkan pandanganya keseluruh penjuru ruangan, dia mencari Sosok yang sudah menyelamatkan bayinya, Siapa lagi jika bukan Renno.

Wanita itu tersenyum melihat Allea yang sedikit kebingungan. “Renno masih keluar makan, Kenalin, aku Zoya, Temannya Renno.”  Kata wanita itu dengan mengulurkan telapak tangannya.

“Allea..” jawab Allea sambil membalas uluran tangan wanita itu.

“Lebih baik kamu istirahat dulu saja sambil menunggu Renno balik.”

“Saya.. Saya ingin pulang..”

“Renno yang akan mengantarmu pulang, jadi istirahat dulu saja.”

Dan tak lama setelah itu Renno kembali keruang Rawat Allea, dia bersama dengan Ramma. Zoya yang mengetahui kedatangan Renno langsung berdiri dan pindah ke sofa yang berada di ujung Ruang Rawat itu. Sedangkan Renno langsung menghampiri Allea.

“Bagaimana keadaanmu..?” tanya Renno sambil duduk di tepi ranjang tempat Allea berbarig.

Entah mengapa Allea merasa di perhatikan oleh Renno dan itu membuatnya sedikit gugup. “Saya.. Saya hanya ingin pulang..” Jawaban Allea sungguh tidak nyambung dengan pertanyaan Renno dan itu sedikit membuat Renno tersenyum, hanya sedikit saja.

“Besok aku antar kamu pulang.”

“Besok..??”  tanya Allea tak percaya.

“Iyaa.. kenapa..??”

“Saya ingin pulang sekarang.” Dan Rennopun hanya menghela nafasnya panjang. Bagaimanapun juga dia tak berhak mengatur hidup Allea.

“Renn, Gue pergi dulu yaa.. Zoya mau ada acara.” Ramma pamit dengan Renno.

“Ok..” Jawab Renno sambil mengangguk.

“All.. aku balik dulu yaa… kapan-kapan kita ketemu lagi..” Kali ini Zoya berpamitan dengan Allea.

“Iya.. Terimakasih.” Jawab Allea sedikit Lemah.

Akhirnya Ramma dan Zoyapun pergi meninggalkan Renno dan Allea sendiri. Suasana canggung langsung menyelimuti diantara mereka. “Aku akan ngurus kepulangan kamu dulu sama Suster.” Kata Renno sambil bergegas pergi.

“Terimakasih..” Kata Allea lirih membuat Renno menghentikan langkahnya. “Terimakasih karena Mas Renno mau membatalkan semuanya.” Lanjut Allea lagi.

“Lupakan saja.. aku melakukannnya bukan untuk kamu.” Jawab Renno masih dengan membelakangi Allea. Lalu dia melanjutkan langkahnya meninggalkan Allea sendiri.

*** 

Allea benar-benar tak menyangka jika saat ini dia akan berada dalam gendongan Seorang Renno. Astaga.. bisa-bisanya Renno menggendongnya, membuat mata semua orang yang berada di klinik tersebut tak berhenti memandang mereka. Bahkan Dokter nadiapun tersenyum senang melihat mereka bersama…

Rennopun mendudukkan Allea di atas Jok mobilnya, memasangkan sabuk pengaman dan dan merendahkan sandaran kursi yan diduduk Allea, semua itu Renno lakukan supaya Allea merasa nyaman, tapi bukannya nyaman Allea malah dibuat gelisah. Gelisah karena perasaan aneh yang merayapi dirinya. Astaga.. apa yang terjadi dengan lelaki di hadapannya saat ini..?? Dia benar-benar menjadi sosok lelaki yang berbeda dari pada tadi pagi. Wajah dingin dan sikap acuh tak acuhnya masih sama hanya saja… Allea merasakan ada sedikit rasa perhatian yang entah mengapa membuat Jantung Allea terasa ingin meledak.

“Tidurlah..” Kata Renno kemudian. Dan Alleapun menuruti perkataan Renno. Dia memejamkan matanya karena entah kenapa Rasa kantuk akhir-akhir ini sangat gampang menyerangnya.

Sesampainya di tempat tujuan, Renno kembali menggendong Allea turun dari mobilnya, Sedangkan Allea yang masih tertidur tak menghiraukan dimana dia saat ini berada. Renno membawanya ke apartemen Ramma yang di tinggalinya beberapa bulan ini, sesekali Renno merutuki dirinya sendiri entah kenapa dirinya membawa wanita ini ke apartemennya, bukankah lebih baik jika dia menjauh dari wanita ini..?? wanita ini bisa menghancurkan hidup dan masa depannya.. sialan…!! tapi Renno tetap saja menggendong Allea bahkan menidurkannya di dalam kamarnya.

Renno menatapi tubuh Allea yang saat ini sudah terbaring nyaman di atas ranjangnya. Wanita ini terlihat sangat Rapuh… dan entah  kenapa Membuat Renno ingin sekali melindunginya.. Apa karena bayinya..?? Atau karena sedikit banyak wanita ini mirip denga Nessa..?? Entahlah… yang jelas Renno merasa bahwa dia tak ingin melihat wanita ini sendiri menghadapi semuanya….

*** 

Pagi ini Allea terbangun dengan wajah terkejutnya, karena ia terbangun di kamar yang sama dengan Kamar pada saat itu…. kenapa dirinya bisa berada disini lagi..???

Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka membuat Allea terperanjat kaget. Menampilkan Seorang Renno yang berbalut Kaus Dalamnya yang berwarna putih dengan Celana piamanya yang entah mengapa membuat Renno terlihat sangat tampan di mata Allea. Dia membawa sebuah nampan berisi segelas susu semangkuk bubur ayam dan beberapa buah yang bahkan sudah di kupasnya.

“Sudah bangun..??  makanlah…” hanya itu yang dapat di katakan Renno. Renno juga bingung dengan dirinya sendiri, entah kenapa Allea begitu mempengaruhinya, membuatnya tak bisa banyak bicara, apa karena Allea yang pendiam hingga membuat suasana diantara mereka jadi canggung…?? sepertinya bukan karena itu.

“Saya… saya ingin pulang..” lagi-lagi hanya itu yang bisa dikatakan Allea.

“Sarapan dulu, setelah itu kuantar pulang.” Kali ini Renno berkata dengan tegas seakan-akan tak ingin di bantah. Dan Alleapun hanya bisa menurutinya.

Allea merasa sangat gugup karena makan dibawah tatapan tajam Renno. Baru beberapa suap tiba-tiba rasa mual menghampirinya. Membuatnya membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.

“Kenapa..?” tanya Renno sedikit khawatir.

Allea tak sempat menjawab karena saat ini dia sudah berlari masuk kedalam kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi didalam perutnya. Renno yang mengikutinya dari belakang hanya bisa memandangnya dengan perasaan bersalah.

“Apa kita kembali kedokter..?” Tanya Renno sambil menghampiri Allea.

Allea hanya menggeleng. “Saya.. Saya hanya ingin cepat-cepat pulang.”

“Kamu nggak nyaman ada disini..?” tanya Renno lagi.

Disini sangat nyaman.. hanya saja berada didekatmu membuatku merasa kurang nyaman,, Gerutu Allea dalam hati. “Enggak.. saya Cuma..”

“Nggak usah terlalu Formal, kamu membuat suasana semakin canggung.” Kata Renno memotong kalimat Allea.

“Emmm.. aku.. aku Cuma lebih nyaman di rumah saja..” kata Allea kemudian.

“Rumahmu sangat kecil,.. Tinggallah disini..” kata Renno cuek tanpa sedikitpun memperhatikan raut wajah Allea yang terkejut. Tentu saja Allea sangat terkejut dengan perkataan Renno tersebut. Bahkan Renno yang mengucapkannya sendiripun merasa terkejut. Bisa-bisanya dia mengajak seorang wanita tinggal seatap dengannya.. Apa dia
benar-benar tertular semua penyakit Ramma..?? yang Sudah tinggal Seatap dengan Zoya tanpa ikatan pernikahan…?? Sial..!!! Ramma benar-benar memberi dampak buruk baginya.

Allea lalu menggeleng, “Aku lebh suka tinggal di rumah yang kecil.” Katanya kemudian.

“Yaa sudah terserahmu saja,, bersiap-siaplah, aku akan mengantarmu.” Kata Renno kemudian, sejujurnya dia ingin memaksa Allea, tapi bagaimana mungkin, sedangkan kenal saja baru.

****  

“Renno mana Ramm..?” tanya Dhanni kepada Ramma Siang itu. Di kantin kantor Renno.

“Nggak tau, dia telat lagi.” Jawab Ramma cuek.. “Haii..”kali ini Ramma menyapa seorang wanita yang sedang mengerlingkan mata terhadapnya. Dhanni hanya menggeleng melihat kelakuan sahabatnya itu.

“Kapan Lo nyusul Gue..?” tanya Dhanni kemudian.

“Nyusul..?? nyusul kemana..??”

“Nikah lah.. kemana lagi..”

“Hahahha nikah..? kata itu nggak ada di kamus kami.. lebih baik Lo tanya Pertanyaan itu sama Renno..” jawab Ramma Kemudian.

“Renno..??”  tanya Dhanni masih bingung.

“Yah.. Renno, bentar lagi dia mau punya anak dan sepertinya akan nikah..” Lanjut Ramma lagi.

“Serius Lo..?” Tanya Dhanni tak percaya.

“Tuu orangnya, Mending kita tanya bareng-bareng.”kata Ramma sambil menunjuk seseorang yang tengah mendekat kearah mereka.

“Ngapain kalian Ada disini..?” Tanya Renno sambil duduk di meja yang sama dengan Dhanni dan Ramma. Dhanni menunjukkan beberapa Map yang dibawanya, sedangkan Ramma hanya nyengir seperti biasanya.. yaah… perusahaan mereka bertiga memang selalu bekerja sama, meski Ramma yang paling terlihat tak serius tapi jangan salah.. Dhanni dan Renno memang meneruskan perusahaan keluarga masing-masing, Tapi Ramma memulai perusahaannya sendiri dari Nol. Sebuah nilai Plus untuk Ramma.

“Lo telat lagi..” Kata Ramma kemudian. “Dan mungkin akan selalu telat nantinya.” Lanjutnya lagi.

“Bukan urusan Lo.” Jawab Renno cuek.

“Renn apa bener kata Ramma kalo Lo mau nikah..?” tanya Dhanni kemudian.

“Sialan Lo Ramm, nyebarin kabar yang nggak bener.” Umpat Renno. Dan Ramma hanya menyeringai dengan Senyuman miringnya.

“Siapa Wanita itu Renn..” tanya Dhanni lagi.

“Yang ketemu sama kita di apotek waktu itu.” Jawab Renno dengan nada malas.

“Jadi wanita itu bener-bener hamil anak Lo..?” tanya Dhanni lagi dengan nada tak percaya, dan Renno hanya mengangguk.

“Apa langkah Lo selanjutnya..?” tanya Dhanni lagi.

“Gue akan tanggung jawab.” Jawab Renno dengan sungguh-sungguh. Dan Dhanni hanya tersenyum sambil mengangguk, sedangkan Ramma entah sejak kapan sudah pindah ke meja sebelah brsama dengan wanita-wanita cantik karyawan Renno.

*** 

Entah ini perasaan Shasha saja atau memang benar Bahwa sejak tadi Allea senyum-senyum sendiri tak jelas. “Mbak Allea kenapa sih.. kok senyum senyum sendiri dari tadi.”

“Ahhh enggak.. masak sih,,,??” allea malah berbalik bertanya.

“Tuhh kan.. pipinya merah.. hayoo kenapa..??” tanya Shasha lagi dengan nada menggoda.

“Enggak.. aku nggak kenapa-kenapa kok Nat.. perasaan kamu aja mungkin.” Kata Allea dengan malu-malu sambil menangkup kedua pipinya.

Sebenarnya Saat ini Allea entah kenapa sedang terbayang-bayang dengan Renno. Astaga.. Lelaki itu benar-benar mempengaruhinya. Dia bersikap dingin namun perhatiannya sangat kentara. Apalagi tadi pagi saat mengantarnya, ‘Jaga dia.. Jangan terlalu kecapek’an..’ meski dikatakan dengan nada dingin, pesan Renno itu entah kenapa selalu terngiang-ngiang di telinganya, membuatnya tak berhenti untuk tersenyum bahagia..

“Mbak… Aisshhh.. Mbak jangan ngelamun aja dong..” perkataan Shasha lagi-lagi menyadarkan Allea. “Mbak kenal yaa.. Ama Mas Renno..? kok aku merasa kalian ada sesuatu gitu sih..” pertanyaan Shasha sontak membuat Allea gelagapan. Dia tak mungkinmenceritakan yang sebenarnya kepada Shasha, akan lebih baik jika Renno sendiri yang menceritakan semuanya nanti.

“Enggak.. Aku nggak kenal kok sama Kakak kamu..” Allea mencoba untuk mengelak.

“Yakin mbak..? aku kira Mas Renn tadi malam ninggalin aku hanya karena ingin nyusul Mbak Allea.” Shasha masih saja tak percaya.

“Iyaa Nat.. aku nggak ada apa-apa sama Kakak kamu.” Allea meminta maaf dalam hati karena sudah membohongi Shasha.

“Ok.. kalau gitu.. ohh iya mbak.. nanti malam pulang sama aku lagi yukk..” Ajak Shasha kemudian.

Allea tak tau harus menjawab apa. Dia takut jika sebenarnya Renno tak mau mengajaknya pulang bersama Shasha. “Aku nggak yakin Nat bisa pulang bareng kamu lagi.” Akhirnya Allea menjawab seperti itu.

“Yahh… kok gitu sihh Mbak.. Padahal Mas Robby udah pesen sama aku lohh kalo aku musti ngajak Mbak Allea pulang bareng..” Rengek Shasha.

“Ohh.. jadi Mas Robby yang jemput nanti malam..?”

“Iyaa lahh mbak… Emangnya Mbak kira siapa..? Mas Renno..?? Nggak mungkin Mas Renno mau jemput aku lagi, dia manusia yang super sibuk sejak patah hati..”

“Benarkah..?” dan entah kenapa pernyataan Shasha itu membuat Allea penasaran tentang Renno.

“Iyaa mbak.. dia lebih suka menyibukkan diri dengan kertas-kertas di kantor daripada ngumpul sama Aku..”

“Sabar yaa… mungkin suatu saat nanti Mas Renno akan berubah jadi Mas Renno yang dulu lagi..”

“Semoga saja…” kata Shasha Lirih..

— 

Malamnya…

“Haii cewek-cewek cantik..” goda Robby kepada Shasha dan Allea yang sudah menunggunya di bangku depan Cafe tempat mereka bekerja.

“Hadewwhh.. Mas Robby kebiasaan deh..” Gerutu Shasha sambil memutar bola matanya kearah Robby.

“hahhaha kamu kenapa sih.. kayaknya nggak suka kalo Mas Roby deketin Mbak Allea,.”

“Bukannya nggak suka, tapi Mas Robby terlalu Lebbay tau nggak.. hemmbb..”

“Emangnya Aku terlalu lebbay..?” kali ini Robby bertanya kepada Allea, dan Allea hanya tersenyum dan menggeleng. “Tuh.. yang di godain aja nggak keberatan, kok kamu yang sewot.”

“Udah ahh Mas.. ayoo pulang, aku udah capek nih..” gerutu Shasha.

“Ok boss..” kata Robby sambil membukakan pintu belakang mobil untuk Shasha, tapi ketika Allea akan masuk tiba-tiba Robby menghadangnya. “Kamu disini seperti biasa..” kali ini Robby berkata sambil membuka pintu depan untuk Allea. Allea hanya tersenyum melihat tingkah Robby yang baginya lucu. Sedangkan Shasha hanya menghela nafas panjang melihat Kelakuan Lebbay kakak sepupunya itu.

Robbypun akhirnya menjalankan mobilnya tak menyadari jika gerak-geriknya tadi diperhatikan oleh seseorang di seberang jalan..

*** 

Renno tak henti-hentinya mengumpat bahkan Menyumpahi Robby saat mengendarai mobil. Bisa-bisanya dia bersikap seperti itu terhadap Allea. Tapi…. apa yang membuatnya kesal..? bukankah Hak Robby mau mendekati siapapun juga termasuk Allea..??

Hari ini Renno sengaja pulang cepat, entah kenapa sejak siang tadi fikirannya hanya tertuju kepada wanita itu… Allea… Apa yang dilakukan wanita itu terhadapnya hingga ia tak mampu memikirkan apa-apa lagi selain wanita itu…???

Maksud hati ingin menjemput dan mengajak Allea makan malam, dia Khawatir jika Allea tak makan dengan baik, tapi sesampainya di Cafe diurungkannya niatnya itu karena melihat Shasha bersama dengan Allea. Bagaimanapun juga dia belum siap memberi tau Shasha tentang semuanya. Akhirnya Renno hanya bisa menunggu, semoga saja si Robby cepat-cepat menjemput Shasha agar dia bisa menjemput Allea. Tapi yang terjadi di luar dugaannya. Robby memang menjemput Shasha, tapi…. dia juga menjemput Allea, dan mereka terlihat sangat akrab, apa selama ini Selalu seperti itu ketika Robby menjemput Shasha…?? apa selalu dengan Allea seperti itu..?? Arrgghhh… lagi pula itu kan bukan urusannya.. kenapa juga dirinya repot-repot mengurusi urusan orang.

Tiba-tiba Hpnya pun berbunyi. ‘Maya’ ID Call yang terlihat dalam layar Hpnya.  Dengan malas Renno mengangkat telepon itu.

“Hallo..?”

“Sayang.. kamu ngapain..? kenapa nggak pernah hubungin aku..??” kata maya dengan manja.

“Aku sibuk May..”

“Sibuk dengan wanita lain maksudnya..??”

“Terserah apa katamu..” Renno yang sejak tadi sudah uring-uringan makin dibuat uring-uringan oleh Maya.

“Aku Kangen sayang..”

“Sorry May.. aku sibuk..” Dan setelah itu Rennopun menutup teleponnya dan mematikan Hpnya seketika. Entah kenapa dia mulai merasa Enggan berbicara dengan Maya dan wanita-wanita lain yang dia dekati akhir-akhir ini.

Akhirnya sampailah Renno di depan rumah Allea. Renno sudah melihat Allea masuk kedalam rumahnya dengan selamat. Lalu apa lagi yang sedang ia tunggu..??? Entah kenapa tiba-tiba saja dia keluar dari mobilnya dan melangkah menuju kerumah Allea. Sialan..!! sebenarnya apa yang terjadi dengan dirinya…???

‘Tok.. tok.. tok…’ Renno mulai mengetuk pintu. Tak lama Pintupun di buka menampilkan sosok Allea dengan wajah terkejutnya.

“Mas Renno..??” kata Allea seperti tak percaya dengan apa yang dia lihat. Sedangkan Renno hanya diam membatu tanpa sedikitpun Ekspresi tersirat di wajahnya.

“Ayo temani aku..” Susah payah Renno mengucapkan kata-kata itu.

“Kemana..?”

“Makan malam.”

“Tapi aku sudah makan..”

“Temani aku saja.”

Dan Alleapun hanya menurut. Apa yang sebenarnya terjadi dengan lelaki ini..?? kenapa dia mengajaknya makan malam bersama..?? Dirinya tidak sedang bermimpi kan..?? Apa ini karena bayi ini..?? tapi.. bukankah kemaren dia tak menginginkan bayi ini..?? Ahhh… semuanya jadi semakin membingungkan saat difikirkan.

Lagi-lagi semua berakhir dengan diam dan Canggung saat di dalam mobil. Tak ada yang mereka bicarakan. Semuanya terasa kaku sampai di restoran tempat Renno menghentikan mobilnya.

“Pesanlah..” kata Renno saat mereka sudah duduk di ujung Restoran tersebut.

“Aku sudah makan..”

“Pesanlah minuman”

Dan Alleapun hanya mengangguk. Sedangkan Renno sendiri sudah memesan beberapa makanan yang ingin dia makan malam ini. Mereka menunggu makannan datang lagi-lagi dengan saling berdiam diri. Ohh astaga… Renno sudah seperti lelaki yang paling Kaku sedunia, padahal dia tak pernah bersikap seperti itu dengan wanita manapun. Sedangkan Allea.. dia malah sibuk dengan fikirannya sendiri, ingin sekali diaa mulai pembicaraan tapi di urungkannya karena tak tau apa yang harus di bahas dengan Lelaki seperti Renno.

Akhirnya menit demi menit yang hening itupun berakhir dengan kedatangan seorang pelayan yang membawa berbagai macam hidangan yang menggiurkan. Allea hanya melihatnya dengan ternganga, ternyata Renno memesan banyak makanan dan beberapa diantaranya membuat Allea serasa ingin meneteskan liurnya.

“Kenapa..?” tanya Renno saat melihat Allea tak berhenti memandangi Steak yang sedang ia potong-potong.

“Ahh enggak..”

“Kamu mau..?” tanya Renno sambil menyodorkan piring berisi Steak kepada Allea.

Allea hanya menggeleng. Dan itu membuat Renno tersenyum. Astaga.. senyuman yang sama dengan malam itu… senyuman yang mampu membuat Allea terpesona… Renno masih saja memotong-motong Steak itu, tak memperhatikan Allea yang sedang memandangnya dengan tatapan terpesonanya…

“Ini.. makanlah..” kata Renno sambil memberikan piring berisi Steak yang sudah di potong-potong olehnya.dan itu membuat Allea terkejut.

“Tapi…”

“Tak ada tapi.. Makanlah..” lanjut Renno tanpa bisa dibantah. Dan dengan senang hati Allea menerimanya karena memang sejak tadi Steak itu yang menggugah seleranya. Akhirnya mereka berduapun makan malam bersama. Walau dalam keadaan hening tapi entah Kenapa Allea merasa sangat nyaman. Walau Renno tak banyak bicara tapi entah kenapa Allea tetap suka dengan kehadirannya… Walau Renno masih bersikap dingin terhadapnya, tapi entah Kenapa Allea begitu merasakan perhatian yang Renno berikan untuknya….

*** 

Akhirnya Renno mengantar Allea kembali pulang kerumahnya. “Emm.. aku masuk dulu yaa..” kata Allea canggung. Sejujurnya dia sangat tak nyaman dengan kecanggungan yang menyelimuti mereka berdua.

“Tinggalah bersamaku..” dan tanpa disangka-sangka kata-kata itupun meluncur sempurna dari bibir Renno. Astaga… apa dia sudah gila,, mengajak Wanita yang tidak dinikahinya untuk tinggal bersama..??? apa dia benar-benar tertular semua penyakit Ramma..?? sialan…!!

Allea merasa terkejut dengan perkataan Renno. Apa yang terjadi dengan lelaki ini…??? “Tapi… kita kan…”

“Pikirkanlah.. aku Cuma nggak suka kamu tinggak di tempat seperti ini..” potong Renno lagi. Lalu alleapun hanya mengangguk. “Jangan ikut Robby lagi kalau dia jemput kamu..” lanjut Renno lagi.

“Tapi….”

“Aku yang akan jemput kamu mulai dari sekarang..” entah kenapa meski kata-kata itu dikatakan dengan nada dingin dan penuh penekanan, tapi tetap saja hati Allea bergetar ketika mendengarnya… ada apa ini…??? ada apa dengan lelaki ini..?? dan ada apa dengan dirinya..??

___TBC___

Author: Hai… maaf aku ingkar janji… sbenernya aku mau update ini setelah update my wife.. tapi ternyata lagi2 my wife chap 12 belom selesai.. jadi aku update ini dulu yaa.. hehhehehe  Oooiyaa.. disini Renno cukup manis yaa… gimana..?? apa menurut kalian Renno udah berubah..?? hahhaha tunggu dulu… konfliknya belum di mulai… jdi nantikan kisah selanjutnya yaa… hehhhehe

 

 

Advertisements

7 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s