Novel Online · romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 2

BiycoverBecause It’s You

Nb : Haii… ktemu lagi nihh sama Aku.. hehheeh karena suasana hatiku yang masih tak menentu akhirnya aku putuskan untuk ngepost BIY chapter 2 ini yaa… untuk yang menunggu My Wife sabar yaa,,, suasana hatiku bener2 masih kacau jadi radak sulit dapet Feel buat nulis Genre Roman Comedy… sedikit bercerita nih.. entah kenapa yaa makin kesini aku kok kayaknya jatuh hati gitu ama Renno.. hehheehe #Abaikan. Dulu saat nulis Dhanni aku jatuh hati ama Dhanni… Saat Nulis Ramma juga jatuh hati sama Ramma, saat nulis Renno sebenernya awalnya agak nggak dapet Feel sama Renno tapi makin kesini kok jadi makin jatuh hati juga yaa ama Renno.. hadeh… apa karena sifat Babboys dia yang mulai tumbuh di story ini..? entahlah… kalo untuk para Raders sendiri gimana..? Apa ada yang mulai Readers sukai dari tokoh2 di story ini..???

 

Chapter  2

 

“Tulis.. berapapun yang kamu mau… tapi setelah itu angkat kaki Dari sini dan Jangan pernah muncul dihadapanku lagi…” Kata Lelaki itu dengan dingin Hingga Allea merasakan tubuhnya menggigil….

“Maaf.. tapi….”

“Jangan membuatku semakin marah..” kata- kata lelaki itu tajam dan penuh dengan penekanan.

Akhirnya Allea bergegas memunguti kertas-kertas itu dan pakaiannya lalu masuk kedalam kamar mandi lelaki itu, Setelah itu Allea pergi tanpa pamit karena saat ingin berpamitan Allea melihat lelaki itu berdiri di dekat jendela dengan menghadap kearah luar jendela seakan-akan dia sudah tak ingin lagi melihat wajah Allea… sebegitu hinakah dirinya…???

 

“Mbak.. Kok malah ngelamun sih… tuhh Mas Robby udah datang ayoo..” Ajakan Natasha kemudian menyadarkan Allea dari lamunannya. Akhir-akhir ini dia Sering melamunkan lelaki itu… Dia bahagia.. bahagia dan sakit… dia bahagia karena dia masih mampu mengingat setiap detail dari wajah lelaki itu.. Dia merindukannya…. tapi… dia juga sakit.. sakit karena perlakuan kasar Lelaki itu pada pagi itu.. sakit karena dia terlalu berharap banyak  tapi ternyata semua itu tak munkin terjadi.

“Haii wanita-wanita cantik..” Sapa Robby dengan lembut dan menyunggingkan senyuman Khasnya.

“Mas Robby mulai dehh ngegombalnya..” Gerutu Natasha sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, sedangkan Allea hanya tersenyum melhat kelakuan Natasha dan Robby.

“Shasha.. kamu dibelakang aja yaa.. biar Mbak Allea di depan. Mas mau ngobrol ama Mbak Allea..”

“Halahh alasan.. bilang aja kalo mau kenal lebih dekat..”

Dan Robbypun hanya nyengir sambil mengacak rambut Natasha. Akhirnya malam itu Allea duduk di depan. Merekapun asyik mengobrol bersama..

*** 

“Papa…”

Renno menoleh ketika seorang anak lelaki memangilnya sambil menarik-narik lengannya. Anak itu terlihat sangat tampan dan menggemaskan, Renno versi mini, Rennopun tersenyum melihat anak tersebut. Dia duduk berjongkok di hadapan anak tersebut.

“Heii,,, siapa namamu.?” Tanya Renno Kemudian.

“Reynald..” Jawab anak tersebut.

“Dimana orang tuamu..? kenapa kamu bisa di sini sendiri..?”

“Mama disana Pa..” Jawab anak itu sambil menunjuk kearah sebuah pohon.

“Aku bukan Papamu,, ayoo Oom antar ketempat Mamamu..”

“Oom adalah Papaku..”

Renno mengernyitkan sebelah alisnya ingin bertanya lagi pada anak lelaki itu, tapi anak itu sudah berlari sambil memanggil-manggil mamanya.

“Mama.. ayoo… kita ketemu Papa..” kata anak tersebut sambil menyeret seorang wanita kearah Renno. Dan betapa terkejutnya Renno saat melihat wajah wanita tersebut.. Wajah yang sama… tatapan mata yang sama…

 

Seketika itu juga Renno terbangun dari tidurnya… dia lalu terduduk dan memandangi sekelilingnya. Dia baru sadar ternyata dia masih berada di dalam kamar apartemennya.. Rennopun mengusap wajahnya dengan frustasi. Astaga… bahkan di mimpipun wanita Sialan itu mengganggunya… Wajah polos itu… Tatapan sendu itu… benar-benar membuat Renno Marah dan ingin meledak-ledak. Tapi marah karena apa..? Apa karena Rasa bersalah pada Wanita itu yang membuat Renno ingin marah..?? Entah lah…. yang jelas Renno harus segera menemukan Wanita tersebut, memastikan keadaannya, apa dia benar-benar Hamil anaknya atau tidak.

“Sayang.. kamu kenapa..? Kamu kok Keringetan dingin..?”

Renno memandang wanita di sebelahnya yang sedang memeluknya dengan Khawatir. Dia Maya, sekertarisnya. “Kamu ngapain disini..?” bukannya menjawab Renno malah bertanya dengan sedikit dingin.

“Ngapain gimana..? tadi kan kita habis bercinta.”

“Aku tau.. tapi bukannya kamu harus pulang..?”

“Mana mungkin aku pulang sayang… ini kan udah jam 3 pagi..” Rengek Maya.

“Cepat pakai Bajumu, aku antar pulang.”

“Renn kamu tega ngusir Aku..?” Maya bertanya dengan Sedikit meninggikan nadanya.

“May.. jangan buat aku marah, Bagaimanapun juga aku tetap atasanmu.” Jawab Renno dengan sedikit mengancam.

“Brengsekk Kamu Renn.” Umpat maya Sambil menuju kekamar mandi.

Renno lagi-lagi mengusap wajahnya dengan Frustasi.. “Yaa.. aku memang Brengsek,, aku Bahkan tak bisa melihat wanita lain selain wanita sialan itu..” Bisik Renno pada dirinya sendiri.

 

*** 

 

Kali ini Renno terbangun dengan badan yang pegal-pegal. Dia tidak berada di dalam Kamarnya yang nyaman melainkan berada di dalam mobilnya. Tadi malam setelah mengantar Maya pulang Renno tidak langsung kembali ke Apartemennya. Dia malah mengelilingi Kota jakarta untuk mencari-cari seseorang. Yaa siapa lagi jika bukan wanita itu.. wanita yang akhir-akhir ini membuatnya frustasi dan ingin meledak-ledak.bahkan pagi ini dia berakhir tidur di dalam mobilnya tepat di depan Apotek tempat dia terakhir kali bertemu dengan Dhanni Nessa dan wanita itu…

Renno sedikit berharap dia akan bertemu dengan Wanita itu disini lagi.. Tapi sebenarnya untuk apa dia ingin menemuinya..? Apa yang akan ia lakukan jika wanita tersebut benar-benar mengandung anaknya..?? bukankah itu akan semakin menyusahkannya..? Entahlah… mungkin ini semua hanya rasa bersalahnya saja..

‘Bodoh.. Sebenarnya apa yang kulakukan disini..???’ Renno merutuki kebodohannya dalam hati. Tiba-tiba hpnya berbunyi. ‘Ramma’ ID Call yang sedang muncul di layar Hpnya.

“Halo..”  Jawab Renno sedikit malas khas orang yang baru bangun tidur. “Sialan.. Lo dimana..? Lo lupa kalo pagi ini ada rapat penting..?” Semprot Ramma dan itu membuat Renno gelagapan. Astaga.. bahkan dia sudah melupakan Rapat yang sangat penting hanya karena Wanita sialan itu…??

“Brengsek.” Umpat Renno pada dirinya sendiri.

“Cepat kesini kalo Lo nggak mau Klien pada kabur gara-gara CEOnya suka telat.” Dan Rennopun langsung menancap Gas mobilnya setelah menutup telepon dari Ramma.

*** 

 

Allea saat ini sedang bersih-bersih di rumah kontrakannya. Dia saat ini mengenakan daster kebesaran khas ibu-ibu seperti hari-hari biasa. Usia kandungannya sudah memasuki bulan ke empat dan itu sedikit mempengaruhi bentuk tubuhnya. Perut buncitnya sudah sedikit terlihat ketika dia mengenakan Daster kebesaran itu dan semakin terlihat saat dia mengenakan pakaian kerjanya di Cafe.

Bagaimana dia bisa menyembunyikan kehamilannya dari para tetangganya..???  kalau mereka tau pasti mereka akan menghakimi dirinya sebagai wanita murahan karena hamil tanpa suami. Haruskah dia kembali tinggal ke panti asuhan tempatnya dibesarkan dulu..? tidak.. dia tidak bisa, bagaimanapun juga ibu panti akan sangat kecewa ketika melihat keadaannya saat ini. Lebih baik dia dihakimi para tetangga dari pada harus membuat ibu pantinya kecewa.

“Haii…” suara itu membuat Allea mendongakkan kepalanya dan memandang ke depan gerbang kontrakannya. Seorang Lelaki tampan sudah menunggunya dengan senyuman. Itu Robby…

Allea ternganga saat melihat Robby sedang memandangnya dengan tatapan anehnya. Kenapa mas Robby bisa ada disini..? tanyanya dalam hati.

“Mas Robby.. kenapa Mas Robby bisa disini..?” Tanya Allea dengan tatapan tak percayanya.

“aku mau jemput kamu kerja.” Jawab Robby dengan santai.

“Tapi.. aku bisa berangkat sendiri, lagian ini kan masih jam 9..”

“Shasha menyuruhku untuk jemput kamu..”

“Shasha..?” tanya Allea lagi.

“Aaahh.. kamu pasti biasa panggil dia Natasha..” kata Robby membenarkan.

“Ooohhh Natasha..” Allea mengangguk-angguk. “Gadis itu memang baik..” lanjut Allea lagi sambil tersenyum.

“Apa kamu akan membiarkan aku berdiri disini lebih lama lagi..?” tanya Rooby kemudian.

“Ohhh iyaa.. mari masuk Mas…” Alleapun akhirnya mempersilahkan Robby masuk. “Silahkan duduk, Mas Robby mau minum apa..?” lanjut Allea lagi..

“Ahh nggak usah repot-repot.. Rumah kamu sederhana yaa.. mirip sama Orangnya.” Dan Alleapun hanya tersenyum simpul.

“Aku hanya bisa ngontrak yang seperti ini Mas..” Jawab Allea seadanya.

Tiba-tiba Hp Robby berbunyi, Robbypun mengeluarkan Hpnya dari saku celananya, saat melihat siapa yang menelepon Robby mengernyitkan alisnya. “Renno…?? Tumben dia hubungi aku Sepagi ini..?” Robbypun bertanya-tanya sendiri.

“Siapa Mas..?” Allea yang tadi sempat mendengar Gumaman Robby akhirnya bertanya.

“Renno, Kakaknya Shasha, nggak biasanya dia telepon sepagi ini. Tunggu dulu yaa..” Jawa Robby yang akhirnya menjawab Panggilan dari Renno.

“Hallo..”

“Dimana Lo..?”

“Gue lagi jemput seseorang..”

“Siapa..? Cewek Lo..?”

“Bukan urusan Lo.. Ada apa..? tumben telepon pagi-pagi.”

“Kekantor Gue sekarang juga, Gue butuh Elo..”

“Nanti setelah jam 11..” jawab Robby santai.

“Sialan, Gue butuh Lo sekarang Robb.. Kalo Lo sampek telat semenit Aja Gue bakal nyuruh Lo Lembur malam ini.”

“Gue nggak peduli.” Dan setelah kata-kata itupun Robby langsung menutup teleponnya tanpa mempedulukan Sumpah serapah Renno yang sempat sedikit terdengar di telinganya.

“Kenapa Mas..?” tanya Allea kemudian ketika melihat raut wajah Robby yang kesal.

“Nggak apa-apa, dia emang suka seenaknya sendiri..” jawab Robby kemudian.

“Kalian Nggak akur..?”

Robby mengangkat kedua bahunya. “Dia memang nggak suka dengan keluargaku.” Jawabnya kemudian.

“Lohh kok bisa..”

“ahh udah,, nggak usah di bahas, mendingan sekarang kamu mandi terus ayoo kuantar ke Cafe.”

Dan alleapun mengangguk  lalu meninggalkan Robby untuk bersiap-siap ke Cafe. Setengah jam kemudian Allea sudah kembali dengan seragam kerjanya yang rapi. Robby sedikit tersenyum saat melihat Allea. “Kenapa..?” tanya Allea saat Robby menatapnya dengan tatapan Anehnya.

“Itu…” kata Robby sambil menunjuk perut Allea yang terlihat membuncit.

“Apa..? Kenapa..?” tanya Allea lagi masih tak mengerti.

“Kamu terlihat aneh dan sedikit menggemaskan dengan perut buncit itu..” jawab Robby tanpa meninggalkan senyuman manisnya.

“Hehheeh iyaa… aku juga masih merasa aneh dengan ini..”

“Berapa usianya..?’

“Emmm.. sudah sekitar 15 minggu..”

Robby lalu mengangguk “Hampir 4 bulan.. gimana dengan ayahnya..?” dan setelah pertanyaan itu wajah Allea berubah muram. Robby mengerti apa yang dia rasakan Allea karena Robby sudah mengetahuinya dari Shasha, “Kamu nggak usah Khawatir,, setelah dia lahir nanti dia boleh menganggapku sebagai ayahnya kok..” Kata Robby kemudian sambil memegang kedua bahu Allea.

Kata-kata itu membuat Allea ternganga.. “Ayoo cepat, nanti kamu terlambat.” Lanjut Robby yang kali in sudah menggandeng Allea dan sedikit menyeretnya. Allea merasa Robby benar-benar sedikit berbeda dari pada biasa-biasanya.

*** 

“Lo gila ya… mana mungkin Gue nyelesein semua ini dalam waktu semalam..?” kata Robby sedikit meninggi kepada Renno.

“Lo harus terima Konsekuensinya,” Jawab Renno dingin.

“Tapi Renn.. nanti malam Gue sibuk..”

“Apa belum cukup pagi ini aja Lo sibuk..? Ingat Robb ini bukan Perusahaan keluarga Lo yang bisa seenaknya Lo tinggalin kapanpun Lo mau..”

“Gue tau.. tapi Shasha..”

“Ada apa dengan Adek Gue..?” tanya Renno menajam.

“Gue kan biasanya antar jemput dia.. trus malam ini..”

“Gue yang jemput.” Renno memotong kalimat Robby dengan dingin. Dan Robbypun hanya bisa menghela nafasnya penjang, pasrah dengan apa yang dilakukan Renno terhadapnya.

Akhirnya Robbypun keluar dari ruangan Renno lengkap dengan Beberapa berkas-berkas menumpuk di tangannya.

“Dia kenapa..?” tanya Ramma yang saat itu tiba-tiba masuk ruangan Renno, dia bersama Dhanni.

“Gue suruh lembur.” Jawab Renno cuek.

“Gue heran deh Renn sama Lo.. Lo sebenernya kenapa sih..?” tanya Ramma Lagi.

“Gue Cuma lagi Capek Ramm.”

“Nggak mungkin, tadi pagi aja Kita hampir saja kehilangan Klien besar hanya karena ulah cerobohmu, belum lagi mukamu yang selalu di tekuk bikin semua orang yang lihat pada ketakutan.”

Renno hanya terdiam tak menanggapi ocehan Ramma.

“Apa karena Wanita itu..?” Akhirnya Dhanni yang sejak tadi diam ikutan nimbrung. Renno menegang saat Dhanni mengucapkan Kata ‘Wanita itu’..

“Wanita..? wanita apaan..?” tanya Ramma yang masih tak nyambung dengan perkataan Dhanni.

“Beberapa minggu yang lalu kami sempat ketemu di depan apotek, ada seorang wanita yang lari terbirit-birit gara-gara melihat Renno, dan Si Rennopun langsung mengejar wanita itu. Gue pikir mereka ada dalam suatu hubungan.” Papar Dhanni.

“Sialan..!! sebenarnya kalian mau ngapain kemari..? Kalo kalian mau nggossip lebih baik pergi dari ruanganku sekarang juga.” Umpat Renno pada kedua sahabatnya itu, dan dibalas  dengan tawa dari kedua Sahabatnya itu.

“Slow.. Man.. Slow… Elo bener-bener ada masalah sama wanita itu..? Jangan bilang kalo wanita itu adalah Wanita tukang bersih-bersih Apartemen Gue… hahhahaha” Kata Ramma Sambil tertawa.

“Tukang bersih-bersih…?” kali ini Dhanni yang bertanya dengan bingung.

“Iya Dhann…  Lo nggak tau kalo si Renno pernah bercinta dengan tukang bersih-bersih di apartemen Gue..?” kata Ramma dengan menyungginkan tawa mengejeknya.

“Apa..??” Dhanni terlihat kaget dan tak percaya.

“Brengsek Kalian.” Kali ini Renno mengumpat sambil berdiri dan bergegas pergi meninggalkan kedua sahabatnya di dalam ruangannya.

Ramma masih saja menertawakan kelakuan Renno. “Dia memang selalu sensitif saat membahas wanita itu..”  lanjut Ramma lagi.

Dhanni hanya terdiam tak menyangka Renno melakukan hal itu. Baginya diantara mereka bertiga Renno lah yang paling lebih baik. Renno sudah pernah mencintai wanita dengan tulus, dia juga selalu menyayangi pacar-pacarnya dulu. Sangat berbeda dengannya yang suka memacari banyak wanita sekaligus tanpa perasaan Atau dengan Ramma yang hanya Suka One Night Stand saja dengan wanita-wanita menarik yang ditemuinya.

Tapi Renno yang sekarang bagi Dhanni sudah berubah. Dia dingin, pendiam, dan cenderung sering kasar atau meledak-ledak. Dia juga memiliki banyak kekasih bahkan di dalam kantornya sendiri. Penyakit Ramma yang suka mengantongi alat Kontrasepsipun sekarang menular pada Renno.

Dia juga suka bercinta dengan sembarang wanita….

“Dhann.. nanti malam Clubbing yokkk..” ajakan Ramma membuyarkan angan-angan Dhanni.

Dhanni hanya tersenyum. “Berapa kali Gue bilang, Gue nggak Clubbing lagi, Gue musti ngurus anak Gue..”

“Sial.. Lo… Sejak kapan Lo jadi banci begini..?”

“Hahhaa Gue nggak Banci, Gue hanya terlalu Cinta sama Istri dan anak Gue.” Jawab Dhanni kemudian.

“Omong kosong.. Gue Juga cinta Sama Zoya, tapi Gue masih bisa bercinta dengan wanita lain..” jawab Ramma Enteng.

“Ramm.. Itu bukan Cinta.. Kalo Elo bener-bener Cinta sama Zoya, Elo nggak akan bisa mikirin wanita lain selain dia. Mata, Hati dan fikiran Elo semua hanya Tertuju pada Wanita itu, nggak akan ada tempat untuk wanita lain, itulah Cinta Ramm yang dulu biasa kita sebut ‘Zona Bahaya’…”  kata Dhanni sambil tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Ramma. “Dan Gue Fikir Renno sudah mulai masuk dalam ‘Zona Bahaya’ tersebut..” lanjut Dhanni masih dengan terseyum.

“Elo pikir Renno mulai suka sama wanita itu..?” Ramma bertanya dengan nada  tak percaya.

Dhanni hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Sama tukang bersih-bersih yang pernah bercinta dengannya..???” Ramma masih bertanya dengan nada tak percaya.

“Mungkin aja.. Cinta nggak mandang bulu kan..”

“Dhann.. Elo udah parah yaa.. Sampai kapanpun Gue nggak akan pernah mau masuk dalam Zona sialan itu jika itu akan merubah Gue menjadi Lelaki yang Lembek dan Bodoh kayak Elo sekarang ini..”

“Gue udah pernah bilang seperti itu dulu, dan nyatanya sekarang Gue senang berada dalam Zona bahaya Tersebut bahkan seumur hidup.”

Ramma menggelengkan kepalanya. “Gue bersumpah itu nggak akan terjadi dengan Gue, Gue nggak akan pernah bertekuk lutut dihadapan wanita manapun.”

“Dan jika saat itu terjadi, Gue bersumpah akan menjadi penonton Pertama yang bertepuk tangan dan menertawakan kebodohan Lo…” kata Dhanni sambil berlalu pergi dengan menyunggingkan senyuman bahagianya.

“Sialan Lo..” umpat Ramma sambil mengejar Dhanni.

*** 

Allea merapatkan Jaket yang ia kenakan untuk melindungi perutnya, Malam ini cukup dingin dan ia takut jika bayi yang dikandungnya ikut merasa kedinginan didalam sana. Entah kenapa dia amat sangat menyayangi bayinya tersebut, mungkin ini yang di sebut naluri ibu.

“Mbak.. Mbak Allea udah mau pulang..?” tanya Shasha yang sudah berada di sebelah pintu keluar Cafe.

“Iya.. kamu sendiri kok masih disini,,?” tanya Allea balik.

“Nggak tau nihh mbak… Mas Robby nggak bisa dihubungi. Mana ini kan malam minggu pasti banyak anak Balapan dan anak-anak iseng yang berkeliaran, aku takut pulang sendiri mbak..”

“Ya udah.. gimana kalo aku antar..?” Tawar Allea..

“Enggak ahh mbak.. kita kan sama-sama wanita, lagi pula aku kasian sama Mbak Allea pasti juga udah kecapek’an..”

“Trus kamu maunya gimana..? Apa kamu mau nunggu sini aja..?” tanya Allea lagi, dan Shasha hanya mengangguk. “Ya udah kalo gitu mbak temanin kamu nunggu deh..”

Dan Shashapun melompat-lompat bahagia seperti anak SD yang baru saja dapat hadiah permen gulali. Tiba-tiba ada sebuah mobil sport  yang berhenti dia jalan di hadapan mereka. Shasha mengernyitkan alisnya saat dia melihat mobil tersebut, Sepertinya dia tau siapa pemilik mobil tersebut. Dan benar saja, setelah pengemudi mobil tersebut keluar, Shasha langsung menghambur kedalam pelukan orang itu.

“Mas Renno…..” Teriak Shasha sambil memeluk lelaki tersebut ketika dia sudah dekat.

Sedangkan Allea yang melihat lelaki tersebut Langsung menegang. Astaga… itu… itu.. lelaki waktu itu… Lelaki yang sama… yang saat ini berada di hadpannya dan memandangnya dengan tatapan yang sama, tatapan yang tajam seakan-akan bisa membunuh. Seketika itu juga Tubuh Allea gemetar, tangannya berusaha menutupi perutnya yang sedikit membuncit. Lelaki itu tak boleh tau jika dirinya sudah hamil anak lelaki tersebut…

Sedangkan Renno sendiri juga menegang saat mengetahui siapa wanita di hadapannya. Wanita sialan yang beberapa minggu ini mengganggu pikirannya… wanita yang… yang mungkin saja sedang mengandung anaknya… Sialan..!!! Siapa dia..?? berani dan Lancang sekali dia mengandung Keturunan Keluarga Handoyo..?

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter

 

 

Advertisements

8 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 2

  1. waktu baca the lady killer , gk suka banget sama tokoh sii renno . tp waktu udah baca because it’s you , wihh dapet banget feel nya . jadi suka deh sama renno.

    Like

  2. Renno dan allea akhirnya ketemu lagi, bikin deg-degan. Apalagi renno kayaknya benci banget, saking bencinya ampe kebawa mimpi.
    Awas lho, kebanyakan benci malah jadi cinta. Sama apa kata dhanni, klo si renno gak sadar klo dia udah mulai masuk zona bahaya yg biasanya disebut cinta.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s