Novel Online · romantis

The Lady Killer (Novel Online) – Epilog

dhanness2

The Lady Killer

NB ; untuk Epilog The Lady Killer ini sebenarnya berhubungan dengan buku selanjutnya yaitu ‘Because It’s You‘ kisah cinta Renno Handoyo… jadi yang mau baca silahkan yang enggak juga nggak papa.. hahhahaha

 

*Epilog

Tiga tahun kemudian….

“Sayang… Sayang… Dia pipis sembarangan lagi..” Aku menggeleng mendengar suara manja Kak Dhanni. Pagi ini dia benar-benar sangat menyebalkan. Sudah berapa kali aku masak hanya karena dia tidak selera makan dan menyuruhku memasak masakan lainnya. Jika merawat nenek-nenek Jompo yang sudah pikun menjengkelkan maka Merawat Kak Dhanni yang sedang sakit akan 10 kali lipat lebih menjengkelkan lagi.

Belum lagi Brandon, Putra pertama kami yang nakalnya sudah sepetrti iblis. Ok, aku memang keterlaluan karena menyamakan anakku sendiri dengan iblis, tapi demi tuhan… Brandon benar-benar sangat nakal dan bandel. Kata mami brandon sudah seperti jelmaan Kak Dhanni saat kecil. Yaahhh.. memang, tampang dan kelakuannya pasti mirip sekali dengan papanya.

“Astaga sayang… apa kamu nggak bisa sedikit membantuku..? aku benar-benar sangat capek.” Yahh.. aku memang sangat capek menghadapi kelakuan mereka berdua yang sepertinya kompak mengerjaiku. Kak Dhanni sepertinya sudah sembuh tapi dia enggan kemana-mana seakan-akan dia nggak mau sembuh dan hanya ingin bermanja-manjaan denganku.

“Yaudah,, aku bantu kamu..” katanya mengalah. Kak Dhanni yang sekarang memang sudah berubah, dia jadi semakin dewasa, meskipun sikap cuek dan sikap menjengkelkannya yang lain sering kambuh. Tapi bagiku dia menjadi sosok ayah yang sempurna untuk Brandon.

“Sayang, nanti sore anterin aku yaa..” hahaha kalian jangan kaget jika aku memanggil Kak Dhanni dengan sebutan sayang, itu sudah kulakukan sejak 2 tahun yang lalu.

“Kemana..? enggak ahh.. kita di rumah aja.” Tolak Kak Dhanni.

“Ke apotek di ujung jalan, dekat apartemen kita..” jawabku kemudian. Yah.. saat ini kami memang tinggal di apartemen bukan di Mansion milik kak Dhanni, kata kak Dhanni biar kami bisa hidup lebih mandiri.

“Mau ngapain ke apotek..?”

“Aku sudah telat dua minggu, aku fikir…”

“Apa,,,? Kamu hamil..?” tanyanya mengagetkanku.

“Enggak.. aku juga nggak yakin..”

“Ok,, nanti sore aku antarin kamu, sekarang kamu istirahat aja, biar aku yang beresin semuanya.” Katanya kemudian.

“Kak Dhanni kan masih sakit,..”

“Enggak Kok, aku sudah sembuh.” Nah Lohh.. benar kan apa yang aku duga, Kak Dhanni sudah sembuh Cuma dia sedang ngerjain aku aja. Dasar.

Akupun langsung menjewer kupingnya. “Aww.. aww.. aw.. sayang.. kamu ngapain sihh..”

“Ini hukuman buat Kak Dhanni karena udah ngerjain aku.”

“Astaga.. kalo aku nggak pura-pura sakit mungkin kamu nggak akan mau manja-manja sama aku.” Katanya membela diri.

“Trus bagaimana kalau aku benar-benar hamil dan kejadian hampir keguguran seperti dulu terulang lagi gara-gara aku kecapekan..? Apa Kak Dhanni mau aku Bed Rest selama dua minggu lagi..?”

“Kamu gila, Enggak,, aku nggak mau, kalau kamu hamil akan aku pastikan bukan Tony yang nanganin kamu,jadi dia nggak bisa ngasih aturan sialan itu untuk kita.”

“Kak.. Kak Dhanni udah janji kan nggak akan menyumpah di hadapan Brandon..?”

“Oo iyaa.. aku lupa.. maaf..” katanya sambil cengengesan, dan aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku.

Sorenya…..

Setelah aku memilih beberapa alat tes kehamilan, akupun bergegas ke kasir dan membayarnya. Kak Dhanni memang mengantarku, tapi dia hanya munungguku di dalam mobil dengan Brandon. Katika aku keluar betapa kagetnya aku melihat pemandangan yang ada di hadapanku. Kak Dhanni sedang menggendong Brandon dan sedang berbicara dengan seseorang. Orang yang sudah 3 tahun ini tak kutemui. Dia Kak Renno.

Aku senang bisa bertemu dengannya lagi. Jika kalian bertanya bagaimana perasaanku padanya saat ini aku akan menjawab jika aku bahagia bisa bertemu dengannya lagi. Perasaan ini bukan perasaan cinta yang pernah kurasakan padanya dulu. Ini lebih seperti perasaan sayang. Kak Renno selalu ada di hatiku dan menempati tempat yang tak akan tergantikan siapapun meski itu Kak Dhanni. Tapi untuk perasaan cinta, aku sudah lama menghapusnya. Cintaku kini hanya murni untuk Kak Dhanni, suamiku. Sedangkan Kak Renno lebih kepada perasaan sayang kepada seorang Kakak. Ini sama seperti kalian yang menganggap salah satu mantan pacar kalian sebagai orang yang special tapi bukan dalam hal cinta. Aku harap Kak Renno juga sudah merasakan hal yang sama kepadaku jadi tak akan ada rasa sakit saat kami bertemu seperti ini.

“Haii..” sapanya padaku dengan sedikit kaku.

Dan tanpa basa-basi lagi aku langsung memeluknya. Kurasakan dia sedikit menegang, mungkin karena kaget. Kak Dhanni hanya memperhatikan kami dengan tersenyum. Dia tidak akan marah, karena dia tau betapa aku sangat mencintainya, dia juga tau jika aku sangat merindukan Kak Renno.

“Kak Renno kapan datang..?” tanyaku kamudian

“Sudah beberapa bulan yang lalu.”  Jawabnya. Lalu tanpa kuduga ada seseorang yang menabrakku dari belakang hingga orang itu jatuh terpental. Obatnyapun berserahkan.

“Maaf.. maaf.. saya tidak sengaja..” katanya kepada kami lalu dia memunguti obat-obatannya. Akupun membantunya. Aku memungut sebuah obat, bukan obat, itu prenatal, sejenis vitamin untuk ibu hamil. Astaga.. wanita ini sedang hamil..? dan dia terjatuh tadi,,?

Akupun langsng membantunya berdiri, “Mbak, embak sedang hamil..? embak nggak apa-apa kan..?” tanyaku khawatir padanya.

Tapi bukannya menjawab, wanita itu malah menatap Kak Renno dengan tatapan terkejutnya, begitupun Kak Renno yang ternyata sudah menatap wanita tersebut dengan tatapan tegangnya. Ada apa..?Apa mereka saling mengenal..?

“Maaf.. saya harus pergi.. permisi..” katanya lembut lalu berlari pergi dan menghilang dibalik tikungan jalan. Aku melihat kak Renno yang melihat kepergian wanita itu dengan tatapan tak terbacanya.

“Kak Renno kenal sama dia..? mungkin dia hamil Kak, dia meninggalkan ini.” Kataku sambil memberika Vitamin Prenatal yang tadi kupungut dan belum sempat kuberikan pada wanita itu.

“Aku pergi dulu yaa… nanti aku akan mampir kerumah kalian, Dhann Gue Cabut dulu..” katanya dengan tergesah-gesah. Belum sempat kami menjawab Kak Renno sudah berlari meninggalkan kami kearah yang sama dengan wanita tersebut. Aku curiga jika kak Renno benar-benar mengenal wanita tersebut.

“Ada apa dengannya..?” tanya Kak Dhanni kemudian.

“Aku nggak tau,, mungkin ada hubungannya dengan wanita itu.” Jawabku.

“Apa Kamu sudah dapat barangnya..?” tanyanya kemudian.

“nih..” kataku sambil menunjukkan bungkus plastik yang berisi beberapa Testpack.

“Yaa udah sekarang ayoo kita pulang.” Katanya kemudian.  Akupun menganngguk dan mengikuti Kak Dhanni masuk kedalam mobil.

Sesekali aku masih memikirkan tentang Kak Renno dan wanita tadi. Ya tuhan.. apapun masalah yang sedang di hadapi Kak Renno saat ini, aku berharap dia bisa menyelesaikannya dengan baik dan bisa berakhir manis seperti aku dan Kak Dhanni saat ini.

*****

 PS : Nantikan kisah Renno dan pasangannya di serial Kedua ‘The BadBoys’ dengan judul “Because it’s You” yaa…. heheheheh

allrenn3 

*Because It’s You Cover…

Advertisements

6 thoughts on “The Lady Killer (Novel Online) – Epilog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s