Novel Online · romantis

The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 11

TLK Cover

The Lady Killer

NB ; Annyeong… untuk Chapter ini sedikit lebih pendek yaa… heheheh Happy Reading… :* :*

 

 

Chapter 11

Wedding in Hospital.. 😥

                            

.
“Bagaimana kencannya sayang…?”

Kata-kata itu benar-benar membuatku bergidik. “Kencan..? kencan apa..?” aku mencoba untuk mengelak. Dia masih saja melangkah mendekatiku, dan aku malah mundur menjauhinya. Mundur dan mundur hingga punggungku membentur pintu kamarku yang sudah tertutup.

Dia tak berhenti mendekatiku hingga jarak kami hanya beberapa senti. “Kencan apa katamu..??” katanya lembut tapi matanya terlihat tajam dan membara. Lalu dia mengulurkan jari jemarinya menyentuh pipiku mengusap ujung bibirku. “Lipstikmu berantakan, Bersihkan itu.” Kalimat yang di ucapkannyaa kali ini terdengar sangat dingin. Dia lalu melepaskanku, meninggalkanku menuju kearah jendela kamarku dan menatap keluar dengan tatapan kosongnya. Ada apa dengannya,,,?

“Aku bisa jelasin…”

“Nggak perlu.” Dia memotong kalimatku dengan dingin.

Dia marah.

“Kak…” Aku menghampirinya, dan merengek di lengannya. Dan ya ampunn… sejak kapan aku jadi cewek manja dan lebbay seperti ini..? aku tak tau, yang aku rasakan sekarang hanyalah aku harus minta maaf padanya, dan aku ingin memeluknya.

“Bersihkan itu dan Temenin aku makan malam.” Dia tak menghiraukanku, lagi-lagi suaranya terdengar dingin. Lalu diapun meninggalkan aku sendiri di dalam kamar.

***

Kami berada di salah satu Restoran itali terkenal di jakarta. Tempatnya Woow..  sangat privat dan romantis. Tapi tetap saja semuanya terasa hambar karena sejak tadi Kak dhanni hanya makan dan diam.

“Kenapa diem aja..?” tanyanya tanpa sedikitpun menoleh kearahku.

Huhhh bukannya dia yang dari tadi diam melulu…? “nggak apa-apa..”  jawabku cuek.

“Aku udah mutusin sesuatu.”

“Mutusin apa..?”

“Besok aku akan bilang sama Renno tentang hubungan kita.”

“Apa…? Kak Dhanni bercanda..?” sumpah, aku benar-benar kaget dengan keputusannya, bukannya selama ini dia yang nggak mau hubungan kita di ketahui orang?

“Dan aku akan mempercepat pernikahan kita.”

Kali ini aku bener-bener melongo seperti orang idiot yang baru saja tersambar petir. Mempercepat pernikahan..? ohh ayolah… aku memang ingin menikah dengannya, tapi tak secpat ini juga, usia kita masih mudah, dan pastinya aku masih ingin senang-senang terlebih dahulu.

“Kak… Kak Dhanni jangan gegabah.”

“Aku nggak gegabah… itu semua akan terjadi cepat atau lambat, jadi kenapa kita tak mempercepatnya aja sekalian..?”

“Tapi.. usia kita kan masih mudah.”

“jangan jadikan usia sebagai patokan untuk menikah.”

“Trus kuliahnya gimana..?”

“kamu bisa jadi istri sekaligus kuliah, lagian bulan depan aku juga pasti udah Wisudah dan nggak kuliah lagi di situ.”

“Eeemm truss,, gimana dengan temen-temen aku..?”

“Kamu khawatir dengan temen-temen kamu atau dengan Si Renno…?” dan pertanyaan Kak Dhanni kali ini benar-benar menyadarkanku.

Yahh… apa aku memang sedang menghawatirkan Kak Renno..? aku hanya gelisah, bagaima jika nanti dia mengetahui hubunganku dengan Kak Dhanni. Tapi kenapa aku harus gelisah..? bukankah itu lebih baik jika hubunganku dengan Kak Dhanni di ketahui Kak Renno supaya aku nggak bingung-bingung lagi kayak gini…?

“Kenapa melamun..”

“Ahh enggak.”

“Atau jangan-jangan kamu udah mulai suka sama Renno…?” dan kali ini aku benar-benar tersedak oleh makanan yang sedang kumakan.

Astaga… apa bener yang di bilang Kak Dhanni kalo sebenarnya aku sudah mulai suka sama Kak Renno…? tapi… bukankah yang ada di dalam fikiranku Setiap detiknya adalah Kak Dhanni…? Agggrrhhhh…. aku tak tau….. semuanya membuatku semakin pusing.

Tiba-tiba telepon Kak Dhanni berbunyi, kak Dhanni mengangkatnya, dan kemudian raut wajahnya berubah 180 derajat, dia terlihat amat sangat khawatir. “Baiklah.. kami akan segera kesana.”

“Selesaikan makananmu lalu kita akan pergi.” Kata Kak Dhanni selesai menutup teleponnya.

“Emangnya mau kemana Kak..? ada apa..? kok Kak Dhanni khawatir banget..”

“Bandung.”

“Apa…? ini kan udah lewat jam 10 Kak, masak iya kita kebandung sekarang.”

“Udah nggak ada waktu lagi.”

“Enggak ahh… aku nggak ikut, trus gimana aku ngomong sama mama papa nanti.”

“Mama papah udah ada di sana.”

“Apa…? loh.. kok.. kok bisa…”

“Ceritanya panjang… nanti aku ceritain di mobil.”

Dan akhirnya malam itu juga kami meluncur ke bandung. Kak dhanni bilang jika Kakek kak Dhanni sedang kritis jadi kami musti kesana secepatnya.

***

Seampainya disana aku benar-benar kaget, tidak hanya mama Papa yang ada  di sana, bahkan Omma Sama Oppa yang ada di jogja pun sudah sampai di sini. Kak Dhanni menngenggam tanganku berjalan setengah berlari kearah Maminya. Astaga… aku sudah seperti kekasih yang sangat di cintainya saja. apa yg kufikirkan.. lagian aku tau orang Macam Kak Dhanni mana mungkin mengerti cinta-cintaan.

“Gimana mi..?” Kak Dhanni bertanya dengan nada Khawatirnya. Apa jika aku yang berada di ruang ICU itu sekarang Kak Dhanni akan sekhawatir ini..? astaga… apa yang kufikirkan..? kenapa sekarang aku jadi tukang melamun seperti ini…? Sial.!

“Sudah sangat parah, tinggal menunggu waktu saja,”

“Apa..? kenapa bisa…”

“Kakek mempunyai jantung lemah, dan itu semakin leemah karena usianya ditambah lagi gaya hidup yang kurang sehat, kamu tau sendiri kan gaya hidup kakek kamu sepeti apa..?”

Kak Dhanni hanya mengangguk.

“Dan satu lagi..” kali ini mami Kak Dhanni mengucapkannya sambil menggenggam tanganku dan memandang kami secara bergantian. “Kakek ingin sebelum meninggal Kakek melihat Kamu dan Nessa menikah, jadi kalian akan menikah disini besok.”

“What..?” Kak Dhanni.

“Apa..?” Aku.

Kami meneriakkan kata-kata itu secara brsama-sama. Oh God…. nggak… nggak mungkin aku harus menikah dengan Kak Dhanni besok juga. Aku masih belum menata perasaanku, dan lagi Kak Dhanni kan belum bilang sayang sama aku, aku nggak mau hubungan kami nanti jadi kaku.

Kak Dhanni masih terdiam terpaku seperti sedang memikirkan sesuatu, dia benar-benar terlihat lebih dewasa ketika sedang berfikir. Apa dia seperti itu ketika sedang berada di kantor…?

“Sepertinya kami nggak bisa menikah begitu saja besok mi.. kami ingin pernikahan sesungguhnya, bukan karena terpaksa dan terburu-buru.” Kata Kak Dhanni kemudian.

“Dhan… besok atau tidak sama sekali.” Kata Mami Kak Dhanni tegas.

Aku melihat rahang Kak Dhanni mengeras, sepertinya dia sedang menahan amarahnya.

“Baiklah, kita akan menikah besok.”

Jawaban Kak Dhanni benar-benar membuat jantungku seakan mau melompat dari tempatnya. Secepat itukah dia menyerah..? dan aku, bagaimana dengan nasibku nanti ketika menjadi istri seorang Lady Killer..? seorang yang selalu mematahkan hati para wanita yang mencintainya..? apakah aku jga akan merasakan patah hati nantinya…?

***

Pernikahan inipun  dilaksanakan pagi ini juga, aku didandani seadanya oleh mama dan Mami kak Dhanni. Para tetua juga sudah bersiap-siap meunggu kedatanganku, bahkan penghulupun suddah berada di ruang ICU itu. Aku melihat Kak Dhanni sedang duduk dengan gagahnya di Sofa ruangan itu.

Ganteng.

Dan sebentar lagi dia akan menjadi suamiku. AStaga… apa sebenarnya aku juga menikmati perjodohan ini…? Kak Dhannipun melihatku dengan tatapan anehnya. Plisss… jangan bilang kalau saat ini dandananku aneh banget, aku nggak mau moment sakralku jadi bahan Tertawaan nantinya sama Kak Dhanni.

“Kenapa..?” tanyaku saat aku sudah duduk disebelahnya, tentunya dengan berbisik.

“Nggak..” jawabnya seperti biasa dengan nada cueknya.

“Apa ada yang aneh dengan dandanannya kan,..?” tanyaku lagi.

“Nggak ada..” dia menjawab dengan malas-malasan.

“Ohh ayolah Kak… kalau ini aneh aku kan pergi dan…”

“Kamu Cantik.” Dia memotong kalimatku sekaligus membuatku ternganga, pipikupun memerah, aku gugup, canggung, malu, takut, deg-degan. Semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu. Sedangkan dia.. dia malah tersenyum jail seperti biasanya tanpa ada ketegangan apapun. Apa dia tidak merasa gugup samasekali…?

Akad nikah kamipun dilaksanakan, diakhri dengan kata Sah dan Do’a bersama. Meski dilaksanakan di rumah sakit tapi bagiku momen ini cukup sakral karena cukup hening. Bahkan Mamaku dengan Lebbaynya meneteskan airmatanya berkali-kali. Ohh pilisss…. ini momen bahagia mahh.. kenapa sihh harus meneteskan airmata. Membuatku ingin meneteskannya juga saja.

Setlah itu aku pun mencium tangan Kak Dhanni dan sehrusnya di ikuti dengan kecupan Kak Dhanni di keningku, tapi dia tidak melakukannya. Dia melakukan sesuatu yang menurutku lebih parah.

Yaa.. apalagi jika bukan mencium bibirku,melumatnya menghisapnya dihadapan semua orang. Mama, papa, omma, Oppa, bahkan pak penghulupun dibuat Ternganga saat melihat adegan itu.

Lelaki sinting… apa dia ingin memperparah sakit kakeknya dengan membuatnya jantungan saat melihat adegan ini…? dan parahnya lagi mami Kak Dhanni yang sekarang sudah resmi jadi Mertuaku, dia malah tertawa bahagia sambil tepuk tangan. Astaga…

Setelah melepaskan ciumannya diapun mnyunggingkan senyuman miring liciknya seperti biasa, dan akupun langsung memukul lengannya. “Kak Dhanni nggak sopan banget sih..”

“Kenapa.. kita udah sah.”

“Yaa tapi nggak didepan umum juga kali..”

Dan diapun hanya tertawa diikuti tawa semua orang yang ada di dalam ruangan ICU itu.

“Ok… sekarang kalian sudah menikah jadi mari kita pulang bersama dan makan-makan.” Kata Kakek kak Dhanni kemudian sambil beranjak dari ranjang Rumah sakit.

“Lohh kok… kek.. kakek Kan masih belum sembuh.” Kata Kak Dhanni kemudian.

“Kamu kira enak pura-pura sakit seperti ini…? punggungku sudah sakit karena semalaman hanya tidur dan tidak bergerak.” Katanya diikuti tawa dri semua orang.

Apa..??? jadi sebenarnya ini hanya rencana mereka…?

“Jadi,, ini semua Cuma rencara Kakek supaya aku dan Nessa Cepet-cepet menikah.”

“Ya… begitulah, dan bukan Cuma kakek tapi seluruh orang di kamar ini kecuali pak Penghulu, hahhahah”

Dan aku dengan Kek Dhannipun hanya ternganga dan saling memandang ketika semua orang di dalam ruangan ini  saling tertawa menertawakan kebodohan kami.

Siaaaalllllllll……!!!!!!!

****

Kak dhanni hanya duduk terdiam di sebelahku, dia sekarang sedang menyetir Mobil, tak ada sepatah katapun yang dia ucapkan untukku. Kenapa,,?? Apa dia sudah mnyesal menikahiku..?

Tiba-tiba tanpa kusangka-sangka satu tangannya terjulur meraih telapak tanganku, lalu meraihnya dan menciumnya tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari arah jalan di depan kami.

“Kita nginep dirumah kakek dulu yaa… kamu pasti kecapek’an.” Entah ini perasaaanku saja atau Kak Dhanni emang bener-bener berubah jadi sosok yang lembut dan mesrah.

Dan akupun hanya bisa mengangguk.

“kenapa merah gitu..?” katanya sambil menatapku dan lagi-lagi menggodaku dengan senyuman jailnya. Lelaki ini benar-benar deh… sekilas terasa mesrah sekilas berubah lagi jadi lelaki yang jail. Dan aku, ada apa denganku..? sejak kapan aku jadi sering tersipu-sipu malu seperti ini..? aneh.

“Enggak.. nggak apa-apa..” jawabku sambil menolehkan wajah kearah jendela.

“Jangan-jangan kamu bayangin yang nggak-nggak yaa…” godanya.

“Kak Dhanni apa’an sihh..”

“Hahhha tenang saja, kalo kamu belum siap aku nggak akan nglakuin ‘itu’  malam ini kok.” Katanya dengan santai,. Dan akupun memutar bola mataku kearahnya ketika tau apa yang sedang dia bicarakan.

“Kak Dhannii…”

“Kenapa..? jangan bilang jika ini yang pertama buat kamu.” What…?? apa dia bilang..? jadi selama ini dia fikir aku perah melakukan itu dengan orang lain..? lalu kenapa dia masih mau menikahiku kalo dia berfikir aku perempuan macam itu..?

“Jadi menurut Kak Dhanni aku sudah melakukannya dengan lelaki lain gitu..?” tanyaku agak sedikit tersinggung.

“Yah… kebanyakan wanita sekarang kan seperti itu.” Jawabnya dengan menyunggingkan senyuman.

“Sial.” Umpatku kemudian.

Dan dia hanya tertawa ketika mendengar umpatanku. Ada apa dengannya..? apaa aku terlihat lucu…? “hahahha kamu ngegemesin banget kalo lagi marah.” Katanya kali ini sambil mencubit pipiku. “Aku tau kok kalo kamu bukan type cewek seperti cewek-cewek yang pernah kukencani  biasanya.” Lanjutnya kemudian.

Dan akupun hanya menunduk dan terdiam, aku merasakan ada sisi lain dari kak Dhanni yang membuatku hangat. Dan aku menyukainya.

“Jadi bagaimana..? apa kita lakukan ‘itu’ malam ini atau lainkali saja…?” godanya lagi memecah keheningan.

“Kak Dhannii….” teriakku kemudian. Astaga… lelaki ini benar-benar…. dan dia lagi-lagi hanya tertawa melihat kecanggunganku.

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 11

  1. ahh yaampun nikah juga akhirnya mereka walaupun karna ulah kakenya dhani haha-_- penasaran apa yg bakalan terjadi sama renno jadii kelanjutannya jgn lama2 ya.-.

    Liked by 1 person

  2. njjirrrrr si kakek pura” sakit hahahahahahahahaha
    semua keluarga besar pada sekongkol
    tapi bagus juga biar masalah ama renno cepat selesai

    Like

  3. Siang kak, aku suka sm alur ceritanya. Maaf jg baru komentar. Aku mau tau lanjutanya kak tp di protect. Cranya gmana ya biar dpt passwrd nya? Semangat trus brkarya ka ^^9

    Like

  4. ceritanya bikin meleleh….he’s truly a lady killer…keren kaakkkk…penasaran sama chapter berikutnya…passwordnya apa kakakkk..plisss

    Like

  5. Kakeknya Dhani ya ampuuun lucu bgt,,,gk nygka ampe sgtunya pgn liat cucunya cpt2 nikah…
    Renno siap2 hati kmu bkalan patah heheehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s