Novel Online

The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 5

Screenshot_2015-06-28-02-08-48-1

The Lady Killer

NB ; Maaf lama banget nge post lanjutan novel online ini, hehheeh selamat membaca.. jangan lupa tinggalkan koment yaa… 😉 🙂

 

 

Chapter 5

Jadian…??

Paginya…. Lagi-lagi aku bangun kesiangan.. kemaren aku kesiangan karena malamnya gelisah tak bisa tidur, namun tadi malam aku tak bisa tidur karena nangis semalaman, dan itu disebabkan oleh orang yang sama The Lady killer… kenapa aku masih saja memikirkan dia, dia bukan apa-apaku, kami tak ada hubungan apa-apa titik…

Aku bangun, mendapati diriku didepan cermin, Astaga… sangat berantakan.. aku melihat di sekelilingku, banyak tissue bekas bertebaran di sekitar ranjangku. Seperti orang yang sedang patah hati saja,, sekali lagi aku melihat kearah cermin, kulihat mataku masih sangat bengkak, sembab, hidungku masih kelihatan merah, sangat terlihat kalau aku habis nangis semalaman. Apa yang harus kulakukan dengan penampilanku kali ini…? Ahhaaa… aku akan pakai kacamata besarku untuk mnyembunyikan mataku yang sembab ini.

Aku bergegas menuju kamar mandi, setelah mandi, ganti baju, dan sedikit dandan, aku menuju ke bawah untuk sarapan sama mama sama papa. Mama melihatku dengan tatapan anehnya. Dia heran dengan penampilanku yang berkacamata.

“Kamu nggak apa-apa kan sayang..?” Tanya mama khawatir.

“enggak mah… kayaknya aku Cuma mau pilek aja.” Kataku sambil menggosok-gosokkan jari telunjukku ke bawah hidungku, sedikit berakting.

“Jangan sakit dulu sayang… Lusa kita akan bertemu dengan keluarga Calon suami kamu..” kata mama lagi membuatku kaget, hampir saja aku tersedak dibuatnya.

“Haaahhhh…?? Apa mah…? Kata mama kemaren masih akhir minggu ini, kok sekarang di percepat sih..?”  aku penasaran, kenapa jadi seecepat ini.

“Lebih cepat lebih baik, lagi pula si Mr.X kayaknya sudah tidak tahan ingin bertemu kamu secara langsung.”

Oooo ternyata dia yang mempercepat pertemuan ini.. baguslah, setidaknya aku tak akan penasaran lagi nanti. Tapi,,, rasanya aku benar-benar belum siap.

“Nanti kamu langsung pulang ya… mama mau ajak kamu belanja Gaun, mama lihat kamu nggak punya satupun Gaun yang pantas.” Lanjut mama

“Apa..? GAUN,,?” tanyaku sambil membelalakkan mata. Aku memang bukan type cewek yang tomboy, namun masalah pakaian aku kurang suka mengenakan Rok apalagi memakai pakaian-pakaian yang ribet seperti ‘GAUN’, mungkin karena sedari kecil aku hidup dilingkungan yang sederhana, yahh… di rumah Omma di jogja memang sangat sederhana kalau ada acara nikahan, ulang tahun, atau sekedar selamatan, aku Cuma pakai-pakaian atasan yang rapi namun masih kelihatan feminim, namun bawahannya tetap pakai celana Jeans, pernah juga pada saat itu kalau nggak salah acara perpisahan SMA, aku pakai atasan kebaya yang bagus kelihatan feminim banget karena rambutku juga sedikit di sanggul, namun bawahannya tetap ku padukan dengan Celana Jeans, satu sekolah menatapku heran, namun satu tahun kemudian itu di jadikan trendcenter oleh adik-adik kelasku, katanya kelihatan lebih gaul. Hahaha ada-ada saja mereka.

“Iyaa Gaun.. ya ampun sayang,, kamu itu wanita dewasa, bahkan mau menikah, kamu cantik, tidak gemuk tidak kurus. Badan kamu bagus berisi, tapi kamu malah tak mau merawatnya. Nanti, mama akan merubah total penampilan kamu. Mama akan ajari kamu belanja pakaian yang cocok, ke salon, dan belanja keebutuhan cewek kamu yang lain. Saat mama melihat kamu seperti ini, mama merasa bersalah karena menelantarkan kamu di jogja.” Jelas mama panjang lebar.

“Mah… mama nggk nelantarin Nessa kok..”

“Tapi kalau kamu di sini dari kecil sama mama, mungkin sekarang kamu jadi wanita yang sangat luarbiasa cantiknya.”

“Memangnya Nessa sekarang nggak cantik..?” aku pura-pura manyun, menggoda mama.

“Kamu cantik sayang… tapi kamu terlalu biasa.”

“Okeh.. kalau begitu mulai nanti sore Nessa akan menuruti kata mama untuk merubah penampilan Nessa.” kataku bersemangat.

“Ya sudah, sekarang cepat habiskan sarapan kamu. Nanti makin kesiangan lagi kekampusnya.” Aku Cuma menganggukkan kepalaku. Sebenarnya fikiranku masih menerawang. Sebenarnya aku ingin sekali berubah jadi lebih feminim. Lebih percaya diri. Nggak pemalu seperti sekarang ini. Apa dengan aku berubah akan menarik perhatian seseorang padaku..? apakah nanti aku bisa lebih cantik daripada dia,,,?

Di kampus…

“Tadi malam kamu kemana..? kenapa nggak balik lagi.” Kak Renno yang menemuiku di halaman kampus langsung menanyakan pertanyaannya tanppa basa-basi. “ kamu tau..? aku sangat khawatir..” lanjutnya lagi.

“aku langsung pulang..”

“What…?”kak Renno terbelalak kaget.

“Mama telfon aku, ada Emergency di rumah.

Emergency apa…?” Kak renno nggak mau kalah.

Tapi tiba-tiba kulihat Kak Dhani dari jauh, dan aku rasa dia sedang mendekati kami.

“Tadi malam kenapa..?” dia bertanya dengan cuek. Aku hanya diam.

“Dhan.. bisa tinggalin kami berdua nggak..?” kata kak Renno sedikit memohon.

“Kalian ada masalah,,,?” Aku melihat kak Dhani menaikkan sebelaah alisnya.

“Sepertinya begitu.”

“Oke… Gue juga punya urusan lain.” Dan diapun meninggalkan kami dengan santainya. Astaga… rasanya aku ingin mencekiknya sampai mati.

“Ness… aku pengen ngomong sesuatu sama kamu. Makanya tadi malam aku ngajak kamu nonton.” Kayaknya kak Renno mulai serius nihh..

“mau ngomong apa kak…?” aku mencoba memaham keinginan kak Renno karena selama ini dia sudah cukup baik terhadapku.

“Nes… aku rasa… aku.. Aku…” Dia tergagap-gagap.. dan dari ekspresinya aku tau kalau dia akan.. No.. No.. No.. Aku mohon jangan sekarang. “Aku suka kamu.” Dan akhirnya kata-kata sialan itupun keluar juga dari mulutnya. Aku hanya bengong melihatnya. “Ness… kamu dengar kan.. apa yang aku bilang..?” aku hanyaa mengangguk.

“Kak… apa nggak terlalu cepat bicara tentang ini..?” tanyaku balik padanya, jujur, aku tak tau apa yang harus aku katakana padanya, perasaanku sendiri masih tak menentu.

“nggak ness… Aku sudah sangat yakin sama perasaanku.”

“tapi kak…”

“Aku mau kita mencobanya dulu.. kamu mau kan..? hem…??” kak renno mendesak dan aku tau aku tak bisa menolaknya.

“Aku nggak bisa kak..” suaraku agak pelan.

“Pliss ness… kita coba dulu ya.. 1 bulan dulu aja ya..”lagi-lagi kak Renno memohon, dan aku.. sepertinya aku tak bisa menolaknya.

“Emm.. baiklah.. kita coba dulu aja yaa..”

Dia melompat-lompat senang setengah mati. “Makasih sayang.. makasih banget..” Lalu tiba-tiba dia mengecup bibirku di depan banyak orang. “Dia pacarku.. dia pacarku..” dia berteriak-teriak seperti orang gila kepada setiap orang yang lewat dan memandang kami, sedangkan aku, aku hanya bengong saking kagetnya dengan apa yang dia lakukan tadi.

Ohhh tuhan.. apa yang harus kulakukan..? aku sudah membohongi perasaanku sendiri, aku tau itu nanti akan menyakiti kak Renno, padahal dia sudah amat sangat baik terhadapku.

____***____

Dua hari kemudian..

Malam ini Mr.X akan datang kerumah, kami akan makan malam bersama. Aku penasaran, seperti apa sihh dia. Dua hari ini mama menggiringku ke butik-butik  dan salon-salon langganannya. Sekarang penampilanku sudah agak berubah. Whatt,,? agak,..? bagiku ini sudah berubah 180 derajat.

Rambut lurusku sekarang udah di keriting-keriting gantung ala Syahrini, kenapa nggak jambul katulistiwanya aja sekalian, lemariku sekarang juga udah penuh dengan gaun-resmi maupun gaun santai, rak sepatuku yang dulunya penuh dengan sepatu Flat dan sepatu Boots ala korea sekarang udah berubah menjadi jajaran sepatu stiletto yang kata mama membuat betis wanita kelihatan lebih sexy. Bahkan koleksi tas-tasku pun sekarang penuh dengan tas-tas branded pilihan mama seperti LV, Channel, Gucci. Dll. Ketika aku mengenakan itu semua, aku sudah bukan seperti anak kuliahan, lebih tepatnya aku sangat mirip dengan ibu-ibu rumah tangga yang akan pergi arisan. Oh God… mama benar-benar membuatku gila.

Malam ini aku mengenakan gaun warna hitam tanpa lengan dengan hanya dua tali berada di kedua pundakku. Panjang gaun itu hanya selutut, dengan potongan pas di dada sampai perut namun sedikit mengembang di bawah perut sampai lutut, aku merasa gaun ini seperti gaun anak kecil yang digunakan ke acara ulang tahun temannya. Belum lagi sepatu hak tinggi ini benar-benar menyiksa kakiku. Make up yang mama gunakan untuk wajahku cukup natural, aku memang kurang suka make up yang berlebihan, bagiku itu akan membuat penggunanya seperti ondel-ondel. Tapi aku sekarang nggak seperti ondel-ondelkan..? kurasa tidak. Aku cukup cantik.

Sejak aku jadian kemaren, dikampus jadi semakin menggila. Aku jadi wanita terkenal di kampus setelah kak maria, bedanya, kak Maria banyak yang mendukung, mulai dari laki-laki yang mengaguminya sampai wanita-wanita yang nge fans sama kak Dhani, kata mereka Kak Maria sama kak Dhani sangat cocok. Sedangkan aku, aku terkenal karena banyak yang pengeng nge-Bully  aku. Mereka nggak suka aku jadian sama kak Renno. Sialan. Mereka belum tau saja kalau aku juga bisa lebih cantik dari pada kak Maria.

Bell pintu depan berbunyi, saat itu aku tau kalau tamu yang di agung-agungkan sudah datang. Meskipun aku tak tau siapa itu Mr.X, tapi jujur, ini mempengaruhiku, membuatku gugup setengah mati. Jantungku memompa lebih cepat dari pada biasanya. Perutku sesara mual. Ohh God… semoga saja ini tak mengecewakan.

Mama menyuruhku membuka pintu. Ohh astaga.. kenapa musti aku sihh yang membuka pintu..??

Saat pintu kubuka tiba-tiba… Jrengg.. jrengg…… aku melihat seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik berdiri di hadapanku dengan seorang laki-laki yang juga paruh baya berdiri di sebelahnya.

“Ini pasti Nessa ya.. wah… cantik sekali kamu sayang…” kata wanita itu sambil memelukku. Aku masih terperangah dengan apa yang kulihat. Pliss  jangan jangan bilang lelaki paruh baya di hadapanku ini Mr. X… dia memang masih kelihatan ganteng, tapi pliss… aku nggak mungkin menikah dengan Oom-Oom. Seakan wanita itu tau apa yang aku fikirkan dia langsung melepaskan pelukannya.

“ohh… kenalkan dulu, saya tante dian, dan ini Oom Ari. Emm.. panggil mami sama papi aja deh biar lebih akrab.” Aku menghela nafas lega. Ohh akhirnya.. aku nggak akan nikah sama Oom-Oom. Tapi kemudian aku sadar, lihat Tante Dian sama Oom Ari yang masih cantik dan ganteng diusia mereka, aku hampir memastikan bahwa si Mr. X ini pasti lumayan menarik.

“Ehh iya tante.. ehh.. mammi…” aku sedikit ragu mengucapkannya. “Mari masuk..” ajakku. Lalu kemana Mr.X…???? aku teriak dalam hati. Benar-benar frustasi.

Aku menggiring mereka langsung ke ruang makan belum juga duduk, aku berjingkat karena kudengar Bell berbunyi lagi. Astaga.. lama-lama aku bisa terkena serangan jantung atau mati penasaran malam ini.

“Itu pasti dia, tadi setelah rapat dia izin sebentar, mungkin mencari sesuatu.” Kata Oom Ari, Rapat…? Apa dia juga ikut-ikutan rapat-rapat direksi pada umumnya seperti papa..? sepenting itukah dia..? seserius dan sedewasa itukah dia..?

Saat aku masih termangu, mama menghampiriku, “Sudah… buka pintunya sana.” Kata mama sambil menepuk bahuku.

Akupun bergegas kearah pintu, sebelum bembukanya aku berhenti menormalkan nafasku yang mulai terngah karena sedikit gugup, menormalkan debaran jantungku yang seakan-akan mau meledak. Ohh.. God.. rasanya aku seperti terpidana yang akan menerima Vonis mati saja…

Aku pun mulai menarik ganggang pintu. Dannnnn……….. saat melihatnya aku merasa saat itu juga aku di siram dengan se ember air es, perasaan kaget, bergetar, dan lemas langsung merayapi di sekujur tubuhku. Aku benar-benar Syokkhh. Ohh astaga.. apa yang terjadi…? Sedang apa dia disini..??

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter

 

 

Advertisements

6 thoughts on “The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s