Novel Online · romantis

The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 4

 

TLK Cover

 

Chapter 4

Nonton.

Pagi ini… aku udah beberapa kali menguap, mataku sampek berair, aku ngantuk. Semalam aku begadang, Opss bukan begadang, tapi gelisah dengan perasaanku sendiri. Aku nggak tidur semalaman, jadi wajar aja kalau pagi ini aku ngantuk.

Saat aku melihat ke halaman kampus, dari kejauhan aku melihat seorang cowok keren yang lagi tersenyum ramah dan melmbaikan tangannya padaku, yah,, dialah kak Reno. Aku membalas senyuman dan lambaian tangannya. Dia menuju ketempatku, jujur aja aku suka dngan sikap ramah kak reno, tapi aku nggak punya perasaan lebih, aku nggak merasakan desiran-desiran aneh terhadapnya, aku juga nggak gugup saat berada di dekatnya, sangat beda saat aku berada di dekat kak Dhani, aduhh.. kenapa aku mikirin dia lagi.

“pagi…” sapa kak reno lembut.

“pagi juga..” balasku.

Aku celingukan kesana-kesini, mencari-cari sesuatu, bukan sesuatu, tapi seseorang. Seseorang yang membuat aku terjaga semalaman. Tapi kayaknya dia nggak ada.

“kamu cari siapa..?? cari Dhani..??” Tanya kak Reno mengagetkanku.

“ahh.. enggak, kok tumbben aja kalian nggak barengan.” Aku nge-les.

“kayaknya dia nggak masuk nanti.” Nggak tau kenapa aku kecewa dengan jawaban kak Reno. Tapi.. kenapa aku harus kecewa..

“Ooo iya, nanti malam kamu ada acara nggak..?? emm.. bagaimana kalau kita nonton, ada film baru lohh yang sedang di puter.”

“emmm… aku nggak yakin kalau aku ada waktu.” Aku berusaha menolak dengan halus.

“Ayolah… pliss.. pliss..” kak reno memohon sambil memelas.

Sebenarnya aku nggak tega, tapi aku masih menggeleng halus, jujur saja, aku malas dengan acara-acara kencan seperti itu, bagiku itu sangat membosankan. Kalaupun aku mau ikut nonton, aku nggak yakin aku dapat menikmati filmnya dengan perasaan yang nggak karuan seperti ini.

“pliss,, ness,,, kita nanti nggak sendirian kok, kita akan Double date sama Dhani, aku udah janjian sama dia, masak iya sih aku batalin janjiku.” Kata kakreno yang membuatku kaget stengah mati.

“apa..?? kak dhani..?” bodoh… bodoh… lagi-lagi aku keceplosan, meneriakkan nama kak Dhani seakan-akan Cuma hal itu yang menarik hatiku saat ini.

“iya.. emangnya knapa kalau sama Dhani..?” kak reno Tanya sambil menaikkan sebelah alisnya, aku tau dia curiga.

“nggak pa pa, emangnya dia nanti sama siapa kak..??” aku mengalihkan perhtian.

“nggak tau sama pacarnya yang mana lagi, yang jelas dia nggak sendiri.”

Deggg……  kenapa yaa aku nggak suka sekali sama jawaban kak Reno kali ini, rasanya bikin aku sesak. Aku termangu sejenak, kenapa lagi ini.. sejak awal aku kan sudah tau kalau kak Dhani itu pacarnya banyak, tapi kayaknya aku masih belum bisa terima kenyataan itu. “gimana Ness.. kamu mau kan pergi nonton sama aku..??” lagi-lagi kak Reno mengagetkanku dari lamunan.

“Emmmm ya udah deh.. nanti aku usahain.” Jawabku pasrah.

“nahh… gitu dong.. kamu emang Cewek penurut..” kata kak Reno sambil mencubit gemas kedua pipiku, lalu dia pamit pergi karena aka nada kelas, saat kak Reno pergi, aku memandangi punggungnya, merasa kasihan.

___***___

Malamnya…

Sebenarnya aku nggak bisa dandan, tapi malam ini aku dandan seadanya. Nggak ada yang special dengan dandananku, aku masih sama, rambutku ku kuncir satu di belakang, pakai celana jeans, bedanya kali ini aku nggak pakek kaos oblong atau kemeja. Nggak tau kenapa aku pengen pakai baju yang lebih feminim, ingin mempeerlihatkan lekuk tubuhku pada seseorang. Apa aku dandan untuk Kak Reno..?? enggak.. enggak… kayaknya bukan untuk dia dehh…

Saat aku menunggu kak Reno di depan rumah, aku melihat ada sorot lampu mobil yang sangat terang. Aku tau itu mobil kak reno. Aku berdiri dari dudukku dan berjalan menghampirinya. Dia keluar dari mobilnya. Ingin masuk kedalam buat pamitan sama orang tuaku, tapi aku larang. Mama pasti nggak bakal kasi ijin aku keluar sama cowok lain selain si Mr. X calon suamiku itu.

Aku melihat hari ini kak Reno ganteng, kelihatan lebih Rapi. Kami pun menuju ke gedung bioskop tempat kak Reno janjian sama kak Dhani.

Sesampainya di bioskop,…

Aku melihat ada seorang cowok dan seorang cewek yang sedang menunggu kami. Cowok itu sangat tampan dengan pakaian santainya, T-shirt hitam dan celana pendek selututnya membuat dia jadi cowok yang paling keren di bioskop itu malam ini. Pakai sandal santai, dan pakai topi. Senyumnya tetap yang paling mempesona bagiku. Sedangkan si cewek… astaga… so sexy… dia pakai T-shirt  juga, bedanya kaosnya sangat ketat, memperlihatkan lekuk tubuh profesionalnya, dia memakai Rok berbahan Levis yang panjangnya jauh di atas lutut, memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih mulus. Rambut lurus panjangnya diurai indah serta sepatu hak tingginya membuatnya menjadi wanita yang sangat cocok berdiri disamping cowok yang sangat perfect di sebelahnya.

Aku minder… Cuma bisa menunduk melihat keadaanku yang menyedihkan ini. Hatiku rasanya di remas-remas saat menyadari kenyataan itu di depan mataku… ‘aku nggak pantas untuknya,,,’ what…?  Apa yang sdang ku pikirkan. Aku melihat kak Dhani melambai pada kak Reno, kamipun menuju tempat kak Dhani berdiri. Kenapa rasanya hatiku mau meledak saat aku semakin dekat dengannya..?

Setelah dekat, aku baru tau, kalau cewek itu adalah kak Maria, satu angkatan sama kak dhani dan kak Renno. Dia adalah cewek terkeren dan tercantik di kampus. Wajar saja kalau kak Dhani memacarinya. Mereka kelihatan cocok sekali. Dan astaga… kalau dilihat dari dekat kak maria sangat sangat menawan. Bagaikan Dewi yang turun dari langit. Aku saja yang sama-sama cewek sangat mengakui kecantikan dan kemolekan tubuhnya, apalagi kak Dhani yang Notabene adalah sang penakhluk wanita, si playboy dari Cassanova, The Lady Killer.

Setelah ngobrol sebentar, kamipun masuk ke Ruangan yang memutar film yang akan kami tonton, tak tau mereka tadi bicara tentang apa karena aku juga asyik dengan fikiranku sendiri. Bahkan film yang akan kami tonton inipun – yang katanya romantis – aku sama sekali tak tertarik. Lalu kenapa tadi aku meemutuskan ikut nonton walau aku tau aku tak tertarik sama skali dengan film ini…? Tiba-tiba aku mulai merasa menyesal ikut acara yang membosankan ini.

Didalam ruangan… jujur aku merasa tidak nyaman dudu di posisi seperti ini. Kak dhani berada di sebelah kiriku, namun kak Reno berada di sebelah kananku. Sedangkan kak Maria, dia berada di sebelah kiri kak Dhani, memeluknya dengan erat. Mungkin dia takut kalau kak dhani kabur bahkan suka sama wanita lain. Huufftt… bikin panas mata aja. Filmpun akan di mulai. Lampu ruangan itupun sudah di matikan.

Setelah lampu dimatikan, aku merasakan ada seseorang yang memegang tanganku, bukan tangan kananku tapi tangan kiriku. Aku melihatnya, ternyata… ohh astaga… kak Dhani sedang mencengkeram erat telapak tangan kiriku, dia mencengkeramnya saat dia sedang berpacaran dengan ceweknya.. apa coba yang dia maksud.

Menit demi menit aku lalui dengan hati berdebar-debar. Aku mencoba melepaskan cengkeraman kak dhani, tapi nihil. Dia malah semakin erat mencengkeram tanganku tanpa sedikitpun menoleh padaku. Aku measakan tanganku makin berkeringat karena gugup, takut ketahuan. Tiba-tiba aku merasakan hal yang sama, yaitu seseorang mencengkeram telapak tanganku, namun kali ini tangan kanan. Pas aku lihat ternyata kak Reno yang melakukannya. Rasanya hatiku mau meledak, apa yang mereka lakukan.. apa mereka mau membuatku gila…?

Tiba saatnya adegan romantic di film tersebut, pertama Cuma Kissing-kissing biasa, lalu berubah menjadi Hot, lalu berubah lagi menjadi adegan ranjang. Dan kali ini aku merasakan tangan kak Dhani mencengkeramku dengan sangat erat, hampir saja aku memekik kesakitan. Aku menoleh padanya. Dan ternyata… aku benar-benar tak percaya apa yang aku lihat. Dia Berciuman dengan kak Maria.. ciuman yang sangat Hot.. sampai-sampai aku melihat kak maria melingkarkan lengannya ke leher kak Dhani. Astaga… aku benar-benar tak percaya dengan apa yang kulihat, dia melakukannya, di hadapanku, bahkan ketika baru kemaren malam dia menciumku, sekarang dia mencium wanita lain sambil menggenggam tanganku… lelaki ini benar-benar tak punya perasaan. Entah kenapa rasanya hatiku ada yang mencabik-cabik, rasanya aku pengen teriakkan ‘JANGAN LAKUKAN ITU DI HADAPANKU’ sekeras-kerasnya, rasanya pengen menampar lelaki itu bahkan menjambak rambut wanita itu, dan rasanya ada yang akan menetes di antara pipiku. Tidak,, aku tak boleh menangis, apa lagi di sini. Apa hak ku..?

Reflek aku melepaskan genggaman kak Reno, lalu melepaskan genggaman erat kak Dhani, kak Reno kaget.

“ada apa..?” Tanya kak reno sambil memandangku.

“emmm aku  mau ke toilet dulu kak.” Kataku banyak alasan.

“mau ku antar..?” tanyanya lagi.

“ohh nggak perlu kak, sebentar aja kok.” Kataku sambil berdiri. Kelihatannya kak Dhani kaget juga dengan reaksiku, sampai-sampai dia menyudahi acara bermesraannya dengan kak maria. Tapi belum sempat dia mengatakan sepatah katapun aku sudah lari ke pintu keluar, menghilang di balik gelapnya ruangan itu.

Di luar ruangan, bukannya menuju toilet, aku malah menuju pintu keluar. Entah kenapa yang terpikirkan olehku saat ini adalah pulang dan menangis sepuas-puasnya di kamar. Entah apa yang ku tangiskan aku juga tak tau, yang jelas malam ini aku pengen menangis, alasan untuk kak Reno mengapa aku meninggalkan mereka bisa difikir nanti..

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter

 

 

Advertisements

6 thoughts on “The Lady Killer (Novel Online) – Chapter 4

  1. Ya ampuuun heran deh ama Dhanni,,dia gk malu..aplg dihadapan Nessa calonnya sndri,,kasian jg ya Renno trnyata dia jd pelariannya Nessa doank…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s