Novel Online · romantis

The Lady killer (Novel online) – Chapter 2

 

lady killer cover

 

Chapter 2

Syokkh…

Sore ini hujan, aku memandangi langit Jakarta yang mendung. Suara Rintik-rintik hujanpun membuat hatiku terasa lebih damai. Sore ini seperti biasa, aku duduk santai di balkon rumahku, sambil membaca novel dan menikmati secangkir teh di sore yang dingin ini. Di sela-sela aku mengistirahatkan mataku dari membaca novel, aku teringat percakapanku dengan Dewi tadi siang, anehnya, kenapa aku masih saja kepikiran tentang cerita dia.

Dewi bilang kalo aku emang harus hati-hati dengan kedua Cowok yang ada di hadapanku tadi siang, katanya……

Flash back

Ness, seluruh kampus ini pun tau kalo mereka berdua itu playboy, jadi kamu musti hati-hati, jangan terlalu deket sama mereka kalo nggak mau sakit hati.”

“Truss kenapa tadi kayaknya kamu sangat antusias banget saat kak Renno ngajak kenalan…?” tanyaku bingung, karna tadi kayaknya Dewi ndukung aku kenalan sama kak reno, tapi pas orangnya nggak ada kok dia malah menjelek-jelekkannya.

“kalo kak renno masih mendingan, dia emang playboy, tapi dia nggak akan pacaran sama lebih dari satu orang.”  Jelasnya.

“Maksudnya…??” aku makin bingung ama penjelasan Dewi.

“Maksudnya.. kak reno suka gonta-ganti cewek, dia akan putus dulu sama ceweknya yang lama trus jadian sama cewek barunya, bukan sekaligus pacaran, gitu..” jelasnya panjang lebar, kali ini aku mengerti. “beda sama kak Dhani.” Lanjutnya membuatku terbelalak kaget, untung aku nggak tersedak.

“Emang kak Dhani kenapa…??” Aku sangat antusias  bertanya tentang Cowok itu. Entah kenapa…

“Kamu suka sama kan Dhani..??”

“what..?? emangnya keliatan yaa kalo aku suka dia..?? kenal aja enggak..” aku bener-bener kaget banget sama partanyaan Dewi yang satu itu.

“kalo kamu suka, lupain aja deh…”

“Emangnya kenapaa sihh,,,?” aku masih aja penasaran.

“Type cewek kak Dhani itu perfect, biasanya dari kalangan Model, kalo enggak yaa dari kalangan wanita yang di Club-club malam gitu. Kamu tau kan kayak apa modelnya..” aku Cuma bisa menggangguk. “parahnya lagi kalo kak dhani suka sama 5 cewek, dia akan memacari mereka semua tanpa harus memutuskan salah satunya.” Lanjutnya membuatku nggak kalah kaget mendengarkan penjelasan Dewi yang satu itu.

“anehnya semua cewek yang di pacarinya nggak ada yang mau putus sebelum kak dhani yang mutusin, mereka rela di duakan,” dewi menyeruput es jeruknya lalu melanjutkan ceritanya. “itu sudah menjadi rahasia umum, banyak cewek yang di buatnya patah hati, bahkan nggak sedikit yang mencoba bunuh diri, makanya kak Dhani biasa di juluki sebagai lady Killer, heheh.” Lanjutnya sambil cengengesan.

End Flashback

Ohh my god… ternyata dia bener-bener Lady killer.. tapi, kenapa tiba-tiba aku mikirin dia..?? bukannya dia nggak peduli sama aku, lagi pula kita kan nggak saling kenal.

“Ness… kamu lagi ngapain..?”mama sukses ngagetin aku.

“nggak ngapa-ngapain ma.. lagi duduk-duduk aja nii..”

“mama pengen ngomong sesuatu sama kamu.” Aku mengernyitkan alis, kayaknya mama mau ngomong serius nihh,, nggak biasa-biasanya deh,, pikirku.

“yaa udah ma.. ngomong aja.”

“kamu tau nggak kenapa tiba-tiba mama nyuruh kamu pindah ke jakarta padahal kamu suadah semester akhir..?”

Aku menggelengkan kepalaku, karna jujur, aku bener-bener bingung tentang yang satu itu. Dari dulu mama ngotot supaya aku tinggal di jogja aja sama Oma dan Opa karna prgaulan di Jakarta sangat bebas, makanya dari SMP sampek kuliah aku tinggal di jogja, tapi kini, saat aku masih semester akhir tiba-tiba mama ngotot nyuruh aku balik ke Jakarta. Begitupun dengan Oma sama Opa, mereka bahkan seakan-akan ngusir aku dari rumahnya. Aku masih ingat ketika Oma sendiri yang merapikan baju-bajuku memasukkannya dalam koper seakan-akan Oma menyuruhku cepat-capat pergi dari jogja.

“sebenernya, kamu mama pindahkan kesini karena mama mau kamu mengenal seseorang lebih jauh.”

“maksud mama..?” aku masih nggak ngerti apa uang di ucapkan mama.

“maafkan mama, tapi…. Sebenernya kamu sudah punya calon suami ness..” walau mama bicara dengan terpatah-patah, tapi mama sukses membuatku terbelalak kaget,

“apa..?? calon suami..??’” kataku yang masih nggak percaya.

“iyaa Ness… ceritanya panjang..” aku masih melongo nggak percaya.

Lalu mama mulai cerita “Dulu, opa punya sahabat, bahkan sudah seperti saudara sendiri, mereka saling melengkapi, Opa membantu sahabatnya itu bersatu dengan istrinya saat ini dengan banyak pengorbanan, akhirnya setelah mereka bersatu mereka pun membantu Opa, dngan memberikan beberapa saham perusahaanya untuk Opa sampai Opa punya perusahaan sendiri seperti sekarang ini. Mereka, sahabat Opa belum puas. Mereka nggak mau membalas jasa Opa hanya dengan Materi, akhirnya di buatlah
kesepakatan kalau mereka harus menjadi sodara yang sebenar-benarnya.  Mereka berjanji jika mempunyai anak yang beda jenis maka akan menjodohkannya. Tapi takdir berkata lain, anak pertama mereka laki-laki begitupun anak Opa laki-laki juga, papah kamu. Anak kedua mereka laki-laki juga, sedangkan Opa Cuma punya anak satu itu yaitu papahmu.” Mama menghala nafas, ada jeda sebentar.

Lalu mama melanjutkan. “Setelah mereka bertemu kembali di buatlah kesepakatan ulang kalaupun anak mereka nggak bisa di jodohkan maka masih ada cucu-cucu mereka. Akhirnya sampailah pada kenyataan kalau kami harus menjodohkan kamu dengan anak mereka.” Mama menatapku kasihan. “maafin mama yaa Ness…” desahnya.

“tapi mah.. bukannya aku berniat menolaknya, Cuma kami kan nggak pernah bertemu, nggak saling kenal. Apa bisa kami menikah begitu saja.??”

“itu sebabnya mama nyuruh kamu pindah ke kampus itu, dia juga kuliah di kampus yang sama kayak kamu.” Kata mama mengagetkanku.

“apa..?? jadi dia masih kuliah..?? bahkan,,, sekampus sama aku..??” aku terpatah-patah nggak percaya.

“iya.. kemaren mama ketemu sama Maminya, katanya dia kenal sama kamu, dan dia menerima dengan senang hati perjodohan ini, bahkan minggu depan mama mengundang dia sekeluarga untuk makan malam di sini.” Mama dengan santai menjelaskan.

“mah… kalau dia masih kuliah berarti dia masih belum matang dong ma… mama mau nyerahin Nessa sama cowok yang masih bau kencur..?” aku udah nggak bisa nahan kejengkelanku sama mama, aku mau aja menerima perjodohan ini tapi setidaknya cowok itu harus lebih matang dari pada aku. Tapi kayaknya aku nggak punya pilihan lain.

“sayang.. kamu jangan salah… umurnya 5 tahun lebih tua daripada kamu, dia kuliah di situ karna melanjutkan S2nya. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa dia nggak ngambil S2 di luar negri, karena dia juga bekerja di anak perusahaan papinya di sini sebagai General Manager.” Penjelasan mama kali ini juga sukses membuatku syok. “bahkan papa kamu pun sangat menghormatinya, papa pernah beberapa kali bertemu dengannya.”

Kali ini aku bener-bener menggelengkan kepalaku sambil manatap mama nggak percaya. 5 tahun lebih tua dari pada aku, S2 dikampusku, sebagai GM di perusahaannya, dia mengenalku padahal aku nggak tau siapa dia, pasti dia memata-matai aku dari jauh, dan parahnya lagi Papa sangat menghormatinya. Haahh pasti dia orang yang tua sebelum waktunya, orang ang sangat membosankan, aduhh… gimana ini..

Mama berdiri dan menepuk pundakku sambil berkata “Papa bilang, dia sangat ganteng dan gagah.” Mendengar perkataan mama kali ini aku langsung memandang mama dengan tatapan kaget. Belum sempat aku bertanya sama mama, tapi mama udah lari meninggalkanku sambil tersenyum menggoda.

“Apa..?? ganteng dan gagah,,,??” aku mengulangi perkataan mama, aku jadi penasaran sama si calon suamiku ini. What..? calon suami…?? Apakah aku benar-banar mau menerima perjodohan yang nggak masuk akal ini,,?? Entah lahh… makin pusing aku memikirkannya.

___TBC___

Previous Chapter  –  Next Chapter

 

Advertisements

5 thoughts on “The Lady killer (Novel online) – Chapter 2

  1. Owhh jd Dhanni udh tau rupanya klo mw d jdohin ama Nessa…pantes Dhanni natap Nessa trus dy kn clon istrinya hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s